Agar setiap penyelenggaraan kegiatan belajar yang baik dan lancar maka dibutuhkan guru yang berkualitas.
Salah satunya Sekolah Khusus Negeri
01 Kabupaten Lebak ,memiliki tenaga pengajar yang berkeahlian khusus dan terlatih dalam memberikan suatu pelayanan untuk anak anak yang berkebutuhan khusus.
“Alhamdulillah tenaga pengajar disini sesuai bidangnya untuk anak yang berkebutuhan khusus,dan mungkin kalau diajarkan oleh tenaga pengajar bukan bidangnya bisa kelimpungan bisa gurunya sendiri yang stres,kata Plt.Kepala Sekolah Ahmad Farid kepada wartawan diruang kerjanya,Senin (18/10/2021).
Di tambahkan Ahmad Farid, pihaknya saat ini sedang membangun sumber daya manusia untuk anak anak berkebutuhan khusus agar memiliki kemampuan diri (Skil) dan membangun satu kepercayaan terhadap masyarakat.sehingga anak-anak yang belajar disini akan memiliki kemampuan dan kompetensi.
“Saya sedang mendorong bagaimana agar guru guru di SKH 01 menyediakan keterampilan untuk anak terutama tata busana yang berkaitan dengan menjahit,tata boga,dan otomotif agar siswa memiliki kemampuan setelah lulus nanti dan tidak tergantung pada orang lain” Ujar Ahmad Farid.
Sementara itu untuk kegiatan belajar mengajar di masa pandemi covid 19, Sekolah Khusus Negeri 01 Lebak di menerapkan sistem belajar jarak jauh dengan metode daring.
Selain itu, dalam pembelajaran tatap muka sekolah juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik bagi guru maupun anak didik.
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
“Saat ini terdapat 104 siswa dari TKLB,SDLB,SMPLB dan SMALB dengan jumlah tenaga pengajar 30 Orang PNS 18 orang dan sisanya tenaga honorer.bulan
“Pada Oktober 2021 ini kita mulai menerapkan sekolah tatap muka, satu guru mendapatkan jatah tatap muka dengan anak dua kali dalam satu minggu dalam satu minggu tiga kali Daring untuk menghindari kerumunan,nanti setiap bulannya akan saya Evaluasi kembali,pada bulan september keputusan menteri dan keputusan bersama Kepala Dinas juga baru satu kali dalam sehari melakukan tatap muka dengan anak dan akan saya Evaluasi lagi setiap harinya,apakah ada kejadian luar biasa seperti sakit hasilnya ternyata tidak ada justru anak sangat termotivasi untuk datang kesekolah dengan tetap menjaga Prokes” terangnya.(7umar)