Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya Arwan Lahir di Serang 10 Desember 1985 tepatnya di Kampung Kidalang Desa Panamping Kecamatan Bandung (Dulu Menginduk ke Kecamatan Pamarayan). Kini berdomisili di Kampung Pabuaran RT 02 RW 01 Desa Warunggunung Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Banten. Artinya Lahir dan besar di Banten.
Saya bukan Pejabat Publik dan lahir dari keluarga yang sederhana hingga kini masih sederhana dalam menikmati hidup tanpa gundukkan uang dan kekuasaan yang dimiliki oleh Saya sebagai Pria Desa yang berharap bermanfaat untuk khalayak. Saya memutuskan untuk menjadi pejuang jalanan saat beragam birokrasi yang dijalankan oleh para pejabat publik kadang belok dari ketentuan hukum sebagai panglima.
Surat ini ditulis dengan empati yang berlebih saat menyimak reaksi terhadap proses pergantian pemimpin Banten yang memiliki dasar hukum dan aturan terbaca secara kasat mata. Beragam reaksi ditunjukkan oleh para pengamat, aktifis, hingga komunitas tertentu dalam memahami persoalan Banten dengan kadar urgensi yang berbeda.
Tulisan ini menyasar untuk dibaca publik namun ditujukkan khusus untuk para Tokoh Pendiri Banten yang Kami terima sebagai Senior dan ayahanda yang tak luput dari banyak jasa pada Banten tercinta. Selebihnya untuk ditanggapi secara terbuka baik Pro dan Kontra diujung cerita.
Bapak Tokoh Pendiri Banten yang Kami hormati jujur Kami merasa malu saat tindakan yang dilakukan oleh Bapak lebih pada kepentingan bukan keberpihakan pada masyarakat sesuai dengan kulit informasi yang kami telaah. Bapak memiliki rekam jejak yang tak bisa dibandingkan dengan Kami yang baru lahir tanpa empirik yang memadai dan belum memberikan kontribusi pada Banten Kita.
Kami mafhum pemahaman Kami tak sampai dengan apa yang telah menjadi kajian yang dilakukan oleh Bapak di ruang diskusi penuh pesona hingga memutuskan untuk Turun Gunung menemui Wakil Rakyat hanya untuk menyampaikan dan meyakinkan tentang Al Muktabar yang menurut Bapak tak bisa diajak bicara!
Pasca turunnya Bapak, Kami Kaget tak terkira ada Hal Urgensi apa sehingga Bapak Menarik Diri untuk bercengkrama dengan Wakil rakyat Kita. Semua mata tertuju kepada Bapak hingga letup dalam Media Bahwa Bapak-Bapak tak Mau Wakil Rakyat mengajukan Al Muktabar sebagai Calon PJ Gubernur Banten selanjutnya.
Entah, karena nilai Kharisma Bapak tak dianggap miliki rupa atau entah para Wakil Rakyat yang bandelnya ya terkira esoknya Nama yang Bapak benamkan tetap muncul dalam List Usulan PJ Gubernur Banten selanjutnya dan Salah satu nama yan diusulkan Bapak tak diterima sebagai Jagoan diusulkan mereka! Kami rasa Bapak miliki sense tak berterima bahkan mungkin mengarah pada rasa kecewa.
Dan benar saja beberapa hari selanjutnya Muncul dengan Diksi dan Judul yang Akbar Bapak-Bapak akan Temui Presiden Joko Widodo menyoal soal usulan DPRD BANTEN yang tetap mempertahankan Nama Al Muktabar sebagai Bakal Calon PJ Gubernur Banten meskipun masuk dalam List Kedua karena infonya sesuai Alfabetha.
Kami Tahu betul Kapasitas Bapak dalam melakukan hal itu jangankan Jokowi Mungkin Presiden sekelas level Dunia pun Bapak bisa membangun Ceritera dalam ruang Audensi atau apapun itu Namanya. Karena Nama Besar, Empirik Besar, Kapasitas Besar tak akan diragukan oleh Kami sebagai Warga Biasa atau lebih Tepatnya Rakyat Jelata.
Pak! Saran Kami sebagai Kaum Muda sudahi memperjuangkan sesuatu yang tak bisa dijadikan dasar kepentingan Rakyat Bersama. Kami akan dukung jika kemudian Bapak turun untuk mengingatkan Pemimpin Banten yang Antipati terhadap rakyatnya, pemimpin yang Korupsi, Peristiwa Korupsi yang tak bisa dihindarkan kasuistik nya.
Coba tengok Kami sebagai Generasi Penerus Bapak yang perlu dididik untuk kritis pada Proporsi Masalahnya! Bagi Kami ‘Menekan’ Kemendagri melalui tangan Presiden Jokowi BUKAN LANGKAH KSATRIA YANG PRIMA TAPI LEBIH PADA MENEKUNI DIRI PADA KEPENTINGAN YANG KAMI TAK TAHU ARAH DAN VISINYA!
Sehat Selalu untuk Bapak-Bapak, salam Takzim dari Kami warga Banten si Rakyat Jelata!
*Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh*
_Pengagummu,_
*ARWAN BANTEN*

