sWara 45.Com.Tasikmalaya-
Hadirnya Klinik yang seharusnya bisa memberikan solusi lebih baik dan benar melebihi sektor pelayanan kesehatan yang ada.
Saat awak media mendatangi salah satu Ibu bayi yang meninggal,Lisa Armila menuturkan,Kejadian itu pada hari Selasa sore saya beserta sang Suami mendatangi salah satu Klinik dijalan Bantarsari namun sesudah diperiksa salah satu bidan mengatakan baru pembukaan ke dua paling nanti jam 12 malam melahirkannya mendengar perkataan itu lalu saya pulang lagi ke rumah di Lewimalang Rt 04 Rw 06 kelurahan Bantarsari kecamatan Bungursari kota Tasikmalaya,
Setelah Azan Isa kami merasakan mules seolah-olah akan melahirkan lalu saya datang lagi ke Klinik lagi dan kami pun diberi kamar tempat melahirkan,
Mulai jam 9 malam saya merasakan mules lagi dan suami saya memanggil bidan jaga bahwa saya ada mengeluarkan darah lalu kami menyuruh suami saya untuk memanggil bidan namun sayang pihak bidan merasa biasa-biasa aja seolah -olah tidak respon laporan suami saya dan beliou mengatakan lagi paling jam12 malam keluar bayinya,Ucapnya,
Masuk mau Jam 10 malam saya mengalami kontraksi hebat mau melahirkan dan suami saya memanggil lagi penjaga rawat dan beliou datang lalu membantu saya melahirkan,
Setelah saya melahirkan baru lah ada 3 orang masuk membantu membersihkan bayi saya dan selang waktu baru masuk bidan Dwi dan memeriksa saya lalu bayi saya dan lalu pergi lagi,Tegasnya,
Selang pagi hari bayi saya dimandiin dan disuruh pulang jam 9 pagi serta bobot bayi kami cuman 1,7 waktu di Klinik dan saya pun mengikuti arahan dari Klinik saya bisa pulang ke rumah.Jumat 17/11/2023.
“Rasa penasaran sesampainya dirumah saya penasaran melihat bayi saya sedikit ada perbedaan dan arahan keluarga saya dirujuk ke rumah sakit dan dari rumah sakit mengatakan yang sangat mengagetkan saya kenapa bayi bobot 1,5 tidak ada arahan atou penanganan khusus diKlinik itu,
Akhirnya bayi saya telat penaganannya akhirnya jam 10 malam dokter menyatakan bayi saya meninggal dunia
Akhirnya saya pasrah dan menyesali datang ke Klinik tersebut apalagi saya mengeluarkan dana sewa kamar rawat 800 ribu padahal saya memakai kartu KIS.
Harapan saya semoga dengan kejadian ini ada sedikit jera untuk Klinik itu dan jangan ada lagi kejadian seperti saya lagi,
Saya juga memohon kedepannya Klinik itu lebih baik lagi pelayanan nya supaya bisa dipercaya lagi oleh masyarakat yang akan bersalin di Klinik itu,Pungkasnya,
Ditenpat berbeda saya mendatangi Kapus UPTD Puskesmas Bantarsari,Haji Tedy Setyady beliou mengatakan,Sangat menyesalkan dengan kejadian itu apalagi posisi Klinik itu masih diwilayah sektor UPTD Puskesmas Bantarsari,
Kami akan menindak lanjuti dan akan memanggil pihak Klinik untuk melakukan evaluasi dari para perawat bidan yang sudah menyebabkan adanya kejadian kelaleian itu
Saya juga akan mempertanyakan dari Ijin Klinik,SIP serta pasen yang memakai kartu KIS bagaimana mereka cara menangani adminitrasi pasien bisa seperti itu,Tegasnya,
Semoga bisa selesai masalah ini dan jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini diwilayah sektor UPTD Bantarsari.Tutupnya.
Ditempat berbeda saya mendatangi Klinik di Jalan Bantar dan saya ditemui salah satu bidan perawat beliou yang ikut membantu saat persalinan korban,Beliou mengatakan memang benar ada yang melahirkan disini dan saya pun ikut membantu melahirkan dan saya ber empat melakukan persalinan itu dan mohon maaf saya tidak bisa memberikan informasi lebih detail karna bukan wewenang saya,Tuturnya,
Beliou menyuruh saya menulis no Hp dan dari media mana dan nanti akan ada yang menelopon bapa,Ucapnya,
Menurut pantoan awak media,ucapan dari ibu korban yang bayi nya meninggal saat menceritakan kronologisnya dan sedikit ucapan dari bidan di Klinik sedikit berbeda dan saat berita ini ditayangkan saya belum bisa komfirmasi pemilik Klinik dan dinas Kesehatan.(Bayu)

