Berita

Revitalisasi Pasar Bantar Gebang Di Duga Amburadul, Mahasiswa Minta Walkot Peduli Nasib Pedagang

×

Revitalisasi Pasar Bantar Gebang Di Duga Amburadul, Mahasiswa Minta Walkot Peduli Nasib Pedagang

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Bekasi – Beberapa bulan kebelakang kondisi Pasar Bantar Gebang menjadi sorotan publik sampai kini. Banyak pula pedagang masih belum bisa berdagang, dikarenakan munculnya pembayaran uang muka yang terlalu tinggi dimasa Pandemi Covid 19, ditambah lagi Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) utk pedagang masih belum jelas keberadaannya membuat bingung para pedagang.

Ternyata tidak hanya sampai disitu, masih ada lagi yg membuat kondisi semakin memanas, ditutupnya akses pedagang hingga kesulitan berdagang, dan juga adanya kekerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum yang tidak diketahui. Tidak dipungkiri, dlm kondisi sekarang ini mungkin juga telah terjadi pelanggaran HAM oleh pihak tertentu.Para pedagang pasar hanya menginginkan dan berharap bisa berdagang lagi di Pasar Bantar Gebang.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Sangat disayangkan, dgn terjadinya kekerasan, padahal Kota Bekasi sudah mendapat Indeks Kota toleran peringkat ke 10 tahun 2020 yang diselenggarakan Setara Institute yang digelar di Jakarta”, jelas Bongsu kepada swara 45

Setelah dipelajari kondisi Pasar Bantar Gebang menurut kader HMI ini, tidak hanya kondisi dilapangan, juga mempelajari Perjanjian Kerja Sama (PKS), disitu tertuang kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dgn PT. Javana No.001/JAP-MOU/II/2018 Tentang pelaksanaan kerja sama Renovasi dan Pengelolaan Pasar Bantar Gebang Kota Bekasi (14-2-2018).

Di Kesepakatan kedua No. 007/JAP-MOU/BKS/VIII/2019 Tentang Revitalisasi Dan Pengelolaan Pasar Bantar Gebang (9-8-2019).
Dari kedua perubahan dokumen trsbt di Pasal 4 yaitu Tugas Dan Tanggung Jawab Para Pihak. Nyatanya tidak dijalankannya proses yg dilakukan oleh Kedua Belah Pihak, kenapa ? Pasti ada udang dibalik batu.

Ternyata masih ada perubahan yang terakhir dari Perjanjian KerjaSama (PKS) No.225/X/PKS-JAP/2019 Testing Revitalisasi Dan Pengelolaan Pasar Bantar Gebang Kota Bekasi tertanggal 8-10-2019. Dan disitu tidak ada Tugas Dan Tanggung Jawab Dari Kedua Belah Pihak, ini sangat disayangkan sekali atas perubahan yang sangat tdk baik dari Pihak Pemerintah Kota Bekasi baik Pihak PT. Javana, ini pun patut dicurigai ?

Bongsu Syahputra Selaku Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bekasi Kepala Bidang Partisipasi Pembangun Daerah, “sangat mengecam keras kedua belah pihak, karena sudah melarikan diri dari Tugas dan Tanggung Jawab kepada pedagang”.

Sebelum mengakhiri percakapan dgn Bongsu masih menjelaskan tujuan pedagang antara lain :

1. Meminta WaliKota Bekasi dan PT. Javana utk segera menyiapkan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) yang layak dan gratis.

2. Meminta Pemerintah Kota Bekasi menurunkan harga kios/los, tapi tujuan itu sampai kini blm terealisasi.

Apakah kedua belah pihak sudah tidak memikirkan hak Pedagang Pasar Bantar Gebang
Terpisah, saat di minta komentar nya via WA Yekti KaBag Humas Pemkot Bekasi, mengatakan, ” Nanti di buat rilis komunikasi dg opd terkait “(Hisar)

Berikan Komentar