Berita

Provinsi Banten Bangun Breakwater di Pelabuhan Perikanan

×

Provinsi Banten Bangun Breakwater di Pelabuhan Perikanan

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Kondisi sarana dan prasarana pelabuhan perikanan di Provinsi Banten sebagian besar masih belum memenuhi standar sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan.

Di sisi lain, keberhasilan dalam pengembangan, pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan serta optimalisasi dan operasionalnya merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan sektor kelautan dan perikanan dari indikator kinerja perikanan tangkap.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Hal inilah yang menjadi dasar kebijakan arah pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi Banten dalam merevitalisasi dan membangun fasiltas pokok pelabuhan perikanan yang salah satunya berupa Pembangunan Breakwater Pelabuhan Perikanan Cikeusik.

Pemecah gelombang atau Breakwater adalah fasilitas pokok dan prasarana yang dibangun di suatu pelabuhan untuk kepentingan memecah gelombang/ombak dengan menyerap sebagian energy gelombang.

Pemecah gelombang juga digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan penanggulangan gelombang tinggi serta ketersediaan kolam labuh di pelabuhan perikanan sehingga kapal dapat bersandar dan berlabuh di pelabuhan dengan lebih mudah, cepat, dan aman.

Pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Cikeusik ini juga diharapkan agar dapat berdaya guna optimal seperti yang direncanakan dalam Masterplan Pelabuhan Perikanan Cikeusik.

Pada sisi kiri akan dibangun breakwater sepanjang 320 m dengan lebar 3m, sementara pada sisi kanan sepanjang 496 m dengan lebar 4 m.

Pembangunan breakwater sisi kiri telah dibangun melalui 2 tahap pada tahun 2021 dan 2022. Sementara breakwater sebelah kanan juga dibangun melalui 2 tahap, dimana tahap 1 pada tahun 2022 sepanjang 160 meter, dan sisanya sepanjang 360 meter akan dituntaskan pada tahap 2 yaitu pada tahun 2023.

Breakwater Cikeusik Sisi Sebelah Kiri

Keberfungsian breakwater sisi kanan terlepas dari pekerjaan yang baru selesai di tahap I, saat ini sudah berfungsi selayaknya breakwater walaupun menyisakan beberapa pertanyaan.

Dari hasil pengamatan visual langsung terkait permukaan elevasi breakwater yang tidak rata. Menurut tim teknis DKP, konstruksi breakwater yang diterapkan membutuhkan waktu untuk pematangan konstruksi melalui masa pemadatan secara alami berdasarkan berat sendiri dan karakter alam sekitarnya.

Finishing pekerjaan menggunakan hamparan batu belah mengakibatkan permukaan breakwater terlihat tidak rata dan bergelombang.

Kondisi Breakwater Cikeusik Sisi Kanan

Untuk menyikapi lapisan pasir di dasar konstruksi breakwater yang bersifat fluktuatif dan berubah, maka pada saat pelaksanaan untuk lapisan dasar menggunakan material ukuran 500-1000 kg sebagai dasar. Meskipun demikian, kemungkinan konstruksi mengalami penurunan masih tetap akan terjadi dan derajat penurunan di setiap titik mungkin saja tidak sama sehingga menimbulkan ketidaksamaan elevasi.

Antisipasi lain adalah dengan penempatan tetrapod di sebelah kiri dan kanan dengan jumlah paling banyak di sebelah kanan karena sisi luar kanan yang akan menerima hantaman ombak secara langsung.

Pengamatan melalui konsultan individu yang dilakukan pada jam 3 sore saat gelombang laut dan angin kencang, saat itu cipratan air laut karena ombak terbelah oleh benturan batu tetrapod sehingga ombak menyiratkan air akibat menabrak tetrapod tersebut.

Konsultan Individu sedang mengamati fungsional Breakwater Cikeusik Sisi Kanan

Dengan adanya breakwater di pelabuhan perikanan cikeusik ini, kapal nelayan yang berlabuh menjadi aman dari terjangan ombak besar.

Seperti pengakuan Arun (35) salah seorang nelayan dari kampung Muara menyatakan bahwa keberadaan breakwater dirasakan kemanfaatannya, apalagi pada saat cuaca buruk seperti musim angin selatan sekarang ini.

“Ombak besar bisa terhadang sehingga tidak sampai menerjang kapal ikan yang berada di sekitar pelabuhan,” ucapnya.

“Kemanfaatan lain dari dibangunnya breakwater di Pelabuhan Perikanan Cikeusik ini adalah sebagai tempat wisata bahari, sehingga perekonomian masyarakat sekitar bergeliat dan menimbulkan multiflyer effect pertumbuhan sektor ekonomi nelayan serta meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD),” pungkasnya. ( red )

Berikan Komentar