Berita

Desak ketua DPRD Kota Bekasi Mundur, Aksi Demo FAMBUI di warnai BENTROK dengan Aparat

×

Desak ketua DPRD Kota Bekasi Mundur, Aksi Demo FAMBUI di warnai BENTROK dengan Aparat

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Bekasi – Massa aksi yang tergabung dalam Forum Aspirasi Mahasiswa Bekasi Untuk Indonesia (FAMBUI) mengalami tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat menggelar demonstrasi pada Kamis (24/2/2022). Aksi yang membawa narasi “Gruduk DPRD Kota Bekasi” ini mengakibatkan salah satu peserta aksi dihajar oknum polisi yang tidak bertanggung jawab.

Reza (24) selaku korban pemukulan itu menjelaskan, dirinya mengalami tindakan brutal tersebut ketika hendak menjalankan aksi yang masih sesuai aturan hukum.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Kita aksi sesuai hukum dan aturan yang berlaku, namun perlakuan pihak keamanan bukannya mengamankan malah menyiksa”, ujar dia.

Akibatnya, ia mengalami sejumlah luka-luka pada bagian wajah serta bibir berdarah. Selain itu, pria yang akrab disapa Ncek ini mengantongi nama oknum yang memukulinya.

“Ada yang mukul saya, wajah saya dipukul oleh polisi badung namanya Novanda”, ungkap Ncek.

Ncek menegaskan, pihaknya kecewa atas perilaku aparat kepolisian dan menuntut agar oknum tersebut segera dicopot dari jabatannya.

“Saya meminta Kapolres untuk segera mencopot saudara yang bersangkutan dari keanggotaan nya, serta menyatakan bahwa Kapolres gagal mendidik anggota nya”, tegasnya.

menyikapi terjadi nya insiden bentrokan FAMBUI dengan Aparat Komisariat Penggerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Universitas Bayangkara Cabang Bekasi yang di Ketuai Wawan Agung menyampaikan sikap tertulis kepada awak media.

Dalam pernyataan sikap tertulis tersebut di katakan,
Upaya – upaya represif & intimidasi yang di lakukan oleh aparat pada aksi geruduk DPRD Kota Bekasi ( 24/2/22 ) menunjukan aparat telah melakukan pelanggaran hukum & hak asasi manusia seperti yang tercantum pada pasal 24 perkapolri 9/2008 yakni,” tindakan aparat yang spontanitas & emosional misal nya mengejar pelaku, membalas melempar pelaku, menangkap dengan kasar, dengan menganiaya atau memukul “.

Dalam pernyataan sikap tertulis yang turut di tanda tangani Kharis Wibisono selaku Sekretaris PMII Cabang Bekasi juga menyampai kan :

1. Mengecam segala bentuk tindakkekerasan kepada massa aksi.

2. Mendesak Pihak Kepolisian untuk menindak, menangkap, dan mengadili anggota nya yang melakukan itimidasi dan kekerasan pada aksi geruduk DPRD Kota Bekasi.

3. Mengecam pemberangusan kebebasan berekspresidan berpendapat di muka Umum.

Terpisah, saat di minta komentar atau tanggapan nya terkait insiden bentrokan Massa aksi demo dengan aparat Kompol Erna KaBag Humas Polresta Bekasi via WA tidak menjawab.

Aksi yang menuntut pencopotan Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiruman J Putro ini sudah beberapa kali dilakukan oleh massa aksi sejak pemberitaan Choiruman yang mengembalikan uang yang diduga hasil suap dari mantan Walikota Bekasi yang terjerat korupsi, Rahmat Effendi. ( Hisar )

Berikan Komentar