Berita

Ratusan Petani Cimarga Geruduk Kantor Bupati Lebak

×

Ratusan Petani Cimarga Geruduk Kantor Bupati Lebak

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM – Ratusan masyarakat petani Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menggelar aksi unjukrasa didepan kantor bupati, di jalan abdi negara, Kamis (3/2). Dalam aksinya, petani menuntut agar bupati tidak berpangku tangan dengan kondisi petani yang sudah bertahun tahun tidak dapat bercocok tanam akibat sawah mereka tidak dapat ditanam karena dipenuhi lumpur limbah tambang galian pasir yang dibuang pesawahan warga.

Lili Tansiah, warga Kampung Kandang Sapi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga disela-sela aksi mengatakan, lahan sawah yang ia miliki sekitar dua hektar lebih. lima tahun yang lalu sawahnya masih produktif dan menghabiskan padi hingga lima ton setiap hektarnya. Namun, setelah sawahnya terendam limbah galian pasir hingga satu meter, sawahnya sama sekali tidak dapat ditanami.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Sawah kami sudah tidak bisa ditanami lagi sejak lima tahun lalu, padahal kami dan warga berusaha melakukan upaya agar bisa produktif. Tapi hasilnya nilil,” kata Lili Tansiah, kepada Wartawa.

Baca Juga : Dinilai Tak Seimbang Pendapatan, BUMDes Sarageni Di Soal

Lanjutnya, janji-janji perbaikan lahan oleh para pengusaha pasir sampai saat ini hanya omong kosong termasuk kompensasi yang dijanjikan kepada warga dalam musyawarah yang dilakukan dua belah pihak.

“Saat ini kami sudah tidak menginginkan kompensasi lagi, saya dan petani lain menuntut agar bupati menindak tegas galian pasir dengan menutup aktivitasnya dan mencabut ijin usaha mereka, normalisasi kembali sawah yang sudah tercemar limbah galian pasir, kami juga menuntut ganti rugi lahan yang sudah tidak produktif lagi,” ujarnya.

Udi, Kepala Desa (Kades) Mekarjaya, Kecamatan Cimarga menerangkan, pihaknya mendukung aksi ratusan warganya ini. Karena, saat ini mereka sudah tidak bisa mengolah sawahnya akibat limbah galian yang dibuang ke pesawahan petani.

Menurut Udi, adapun lahan pesawahan warga di desanya yang terendam limbah sebanyak 115 Hektar. Dari 115 hektar tersebut 87 hektar merupakan sawah produktif yang dulunya jadi andalan kehidupan warganya

“Karena lahannya sudah tidak bisa ditanami oleh tanaman apapun, untuk menyambung hidup, sebagian warga ada yang menjadi buruh bangunan dan ibu-ibu ada yang menjadi kuli nyuci atau jadi asisten rumah tangga, melihat kondisi ini sangat memprihatinkan,” papar Udi.

Lanjutnya, warga sudah muak dengan beberapa pihak baik dari dinas terkait atau pengusaha yang hanya bicara saja, tapi sampai saat ini tidak tindakan apapun.

“Untuk itu, warga datang ke kantor bupati ini ingin langsung bertemu bupati atau wakil bupati dan tidak mau diwakilkan oleh siapapun.

Sementara itu, Dartim Kepala Dinas Satpol PP Lebak yang menemui para pengunjuk rasa mengatakan, saat ini bupati dan wakil bupati tidak ada ditempat. Untuk itu, tuntutan warga ini akan ia disampaikan kepada bupati langsung.

“Iya tuntutan warga ini tuntu akan kita sampaikan kepada pimpinan,” ucap Dartim.(7Umar)

Berikan Komentar