sWara45 | Tangerang – Sejumlah wali murid SMKN 9 Kabupaten Tangerang mengungkapkan keresahan mereka terkait rencana study tour ke Yogyakarta. Dalam pertemuan yang diadakan pihak sekolah, wali murid merasa keputusan sudah ditetapkan tanpa mempertimbangkan keberatan mereka.
Bahkan, meski tidak ikut, siswa tetap diwajibkan membayar. Jika tidak membayar, mereka terancam tidak bisa mengikuti wisuda kelulusan.
Saat dikonfirmasi, Guru farmasi SMKN 9, Pak Imam, menyatakan bahwa study tour telah dibatalkan sesuai dengan surat undangan kedua. Namun, ketika diminta menunjukkan surat tersebut, pihak sekolah tidak bisa memberikan bukti, Selasa 04/03/25.
Sementara itu, sejumlah wali murid mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi tentang pembatalan. Justru, mereka masih mendapat anjuran untuk segera melakukan pembayaran.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan: benarkah study tour ini benar-benar dibatalkan, atau ada sesuatu yang ditutupi? Wali murid pun berharap ada transparansi dari pihak sekolah agar tidak ada kesan akal-akalan dalam kebijakan tersebut.
(Dedi)

