SWARA45.COM-Sebelumnya,di beritakan proyek pembangunan jalan poros desa yang berlokasi di Kampung Citogol, Desa Sukasenang, Kecamatan Cijaku , yang di duga di kerjakan asal-asalan.
Lantaran, proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2021 dengan anggaran Rp 100.576.350 ,baru beberapa bulan di bangun kini sudah rusak kembali.
Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti Toni Firmansyah, bahwa hasil investigasi tim ditemukan kejanggalan seperti dari kualitas dan kuantitas yang patut dipertanyakan.
Kata Toni, Anggaran yang menelan biaya ratusan juta kalau kuantitas dan kualitas nya sesuai akan lebih bermanfaat dengan jangka waktu yang lama, tapi ini hanya baru beberapa bulan saja sudah ada beberapa bagian jalan yang sudah rusak.
“Dari hasil kajian ini jelas diduga kuat kualitas dan pengerjaan asal-asalan , Saya minta dinas terkait harus segera mengevaluasi dan meninjau bahkan untuk APH pun saya minta untuk menyelidikinya”ungkap Toni.
Melalui pesan Whats Appnya Kasi Ekonomi Dan Pembangunan Kecamatan Cijaku Cecep saat dikonfirmasi sejauh mana pengawasan atau pembinaan dari ekbang pada saat dalam pelaksanaan tersebut,namun ia enggan berkomentar alias bungkam.
Dilansir titiknol, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak mengatakan, ramainya pemberitaan di media online terkait pembangunan jalan poros desa yang didanai dana desa yang terus disorot merupakan bentuk kontrol.
“Sudah kami kumpulkan para Ka Ur Desa dan Kecamatan untuk mengevaluasi kegiatan SAPRAS Desa.
Apabila masih belum selesai atau kurang sesuai dengan RAB, Inspektorat turun,”katanya.(1K)

