BeritaInfrastruktur

Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan Tigaraksa Terlihat “Gundul” : Di Mana Hijaunya???

×

Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan Tigaraksa Terlihat “Gundul” : Di Mana Hijaunya???

Sebarkan artikel ini
Photo : Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kelurahan Tigaraksa "Gundul" Warna Cat Memudar (24/10/2023)
Photo : Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kelurahan Tigaraksa "Gundul" Warna Cat Memudar (24/10/2023)

Swara45 | Tangerang – Sejatinya, Ruang Terbuka Hijau berfungsi sebagai paru-paru sebuah kota atau wilayah. Hal ini disebabkan karena seluruh tumbuhan yang tumbuh dalam RTH dapat menyerap karbondioksida (CO2), menghasilkan oksigen, menurunkan suhu udara, memberikan suasana sejuk, serta berfungsi sebagai area resapan air.

Tidak hanya itu, ruang terbuka hijau juga seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga dan tempat rekreasi, di mana kenyamanan menjadi bagian tak terpisahkan dari keberadaan ruang terbuka hijau yang bersih dan asri.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Namun, saat ini, ruang terbuka hijau di Kelurahan Tigaraksa terlihat tidak terurus. Rumputnya menguning, fasilitasnya tidak dirawat, bahkan terdapat sudut yang menjadi tempat parkir mobil pribadi. Tampaknya, sampah juga tersebar di mana-mana, memberi kesan bahwa hal ini dibiarkan begitu saja dan kurang mendapat perhatian.

Pertanyaannya, di mana peran pemerintah setempat dalam pengelolaan lahan ruang terbuka hijau? Apakah mereka tidak mengetahuinya atau memang tidak peduli? Hal ini sangat disayangkan dan memprihatinkan sebab seharusnya ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Ruang terbuka hijau di Kelurahan Tigaraksa terkesan dibiarkan begitu saja. Para pejabat setempat pun terkesan tidak mendukung keberadaan RTH. Padahal, lahan seluas 6.000 meter ini diharapkan menjadi ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan sarana wisata kuliner UMKM, lapangan olahraga terbuka, panggung seni, dan taman terbuka hijau. Namun, diduga tidak mendapat dukungan dari pejabat setempat sehingga dibiarkan begitu saja tanpa kelanjutan yang jelas.

Ketua Jaringan Pengawal Muda Peduli Indonesia (JAGAPATI), Anthoni, mengungkapkan bahwa permasalahan ini sebelumnya sudah pernah ditanyakan kepada pejabat di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Namun, terkesan bahwa mereka saling lempar tanggung jawab dengan berdalih “pihak dinas” dan tidak berusaha mencari solusi untuk kelanjutan pembangunan yang jelas menjadi penunjang keindahan wilayah di Tigaraksa.

Anthoni berharap dengan adanya pergantian kepala kecamatan dan kelurahan di Tigaraksa, diharapkan mereka dapat lebih memahami dan merencanakan kembali untuk mewujudkan tujuan utama pembangunan ruang terbuka hijau. Jika mereka benar-benar peduli dengan Tigaraksa, Camat dan Kelurahan seharusnya bisa merekomendasikan agar Dinas segera merealisasikan kebutuhan tersebut. kita lihat saja peran mereka selama menjabat, Tutur Anthoni.(Dedi)

Berikan Komentar