sWara45 | Kabupaten Tangerang, – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan pesat. Namun, di tengah kemajuan tersebut, tampaknya ada satu titik yang diduga belum kunjung mendapatkan solusi, yakni jalan raya di depan SMPN 1 Tigaraksa yang sering kali tergenang banjir disaat turun hujan, rabu (05/07/2023).
Anthoni Ketua Barisan Aktivis Dan Advokasi Keluarga Banten (BADAK BANTEN PERJUANGAN) DPC-Kabupaten Tangerang mengatakan, “Kami sangat prihatin dengan kondisi jalan raya di depan SMPN 1 Tigaraksa. Sudah bertahun-tahun masyarakat harus menerima banjir yang terjadi berkepanjangan setiap kali hujan turun. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan pelajar yang harus melewati jalan ini.”
“Kita patut bertanya, mengapa sampai saat ini belum juga ada jalan keluar dari masalah banjir di area depan SMPN 1 Tigaraksa? Apakah pemangku kepentingan sudah melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi hal ini?” ungkap Anthoni yang juga Pimpinan Redaksi di salah-satu media online ini.
“Kami sangat menyayangkan diduga lambannya respon pemerintah setempat terhadap masalah banjir di jalan raya depan SMPN 1 Tigaraksa. Padahal, lokasi ini merupakan tempat pendidikan yang harus memberikan kenyamanan kepada para siswa dan guru dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” ujar Anthoni.
Anthoni juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan hanya berdampak pada para siswa, tetapi juga pada masyarakat sekitar yang setiap hari melewati jalan tersebut. Banjir yang terjadi sejak bertahun-tahun lalu dan dapat merugikan para pengguna jalan jika dibiarkan terus menerus tanpa solusi.
BADAK BANTEN PERJUANGAN berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan yang adaptif terhadap cuaca harus menjadi prioritas utama. Selain itu, pemerintah juga diharapkan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti dengan pemerintah propinsi untuk menemukan solusi yang tepat guna menghentikan banjir di jalan raya ini.
Jika masalah ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan para siswa dan masyarakat yang akan terganggu, tetapi juga pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Tangerang secara keseluruhan, tutup Anthoni. (Maman Bule)

