Berita

Proyek Sarpras Futsal Kelapa Dua Disorot, Aktivis Pertanyakan Kualitas dan Anggaran

×

Proyek Sarpras Futsal Kelapa Dua Disorot, Aktivis Pertanyakan Kualitas dan Anggaran

Sebarkan artikel ini

SWara45 | Tangerang — Proyek penataan dan peningkatan sarana prasarana (sarpras) olahraga futsal di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan dari kalangan aktivis. Pekerjaan yang dibiayai APBD Kabupaten Tangerang itu diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, kegiatan tersebut bernama Penataan dan Peningkatan Sarpras Lapangan Olahraga Futsal Area KD Park Kelurahan Bencongan Kecamatan Kelapa Dua. Proyek dikerjakan PT Abawayn Berkah Mandiri dengan nilai anggaran Rp199.400.000 dan waktu pelaksanaan 35 hari kalender.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Aktivis Kabupaten Tangerang, Amir Syah, mengaku menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian saat melakukan investigasi lapangan pada Senin (11/05/2026). Ia menyoroti proses pengecoran yang dilakukan secara manual dan dinilai tidak memiliki standar campuran yang jelas.

“Kerjaan Kecamatan Kelapa Dua terkait penataan dan peningkatan sarpras olahraga futsal yang saat ini sedang dikerjakan perlu dipertanyakan mutu dan kualitas pekerjaannya,” ujar Amir kepada wartawan.

Menurutnya, pemasangan wiremesh sebagai penguat coran juga diduga tidak dilakukan secara menyatu sebagaimana mestinya.

“Dalam pantauan kami, ada beberapa bagian pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Wiremesh tidak terpasang menyatu sebagaimana mestinya,” katanya.

Selain itu, proyek tersebut juga dipertanyakan karena lokasi yang sama disebut baru dibangun pada akhir tahun 2024 oleh DTRB Kabupaten Tangerang lengkap dengan rumput sintetis. Namun kini kembali dibongkar untuk pembangunan baru.

“Seharusnya kualitasnya lebih baik, bukan malah menimbulkan persoalan baru,” tegas Amir.

Ia juga mempertanyakan keberadaan rumput sintetis dari proyek sebelumnya yang kini disebut tidak ditemukan lagi di lokasi.

Sorotan lain muncul pada papan proyek yang mencantumkan sumber dana APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026, sehingga dinilai perlu mendapat klarifikasi agar tidak menimbulkan polemik administrasi.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek saat dikonfirmasi tim wartawan dari media PatroliIndonesia.com melalui pesan WhatsApp memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan terkait berbagai temuan di lapangan.

Di sisi lain, PPTK Kecamatan Kelapa Dua, Avi, saat dikonfirmasi rekan wartawan PatroliIndonesia.com awalnya hanya menyampaikan ucapan “terima kasih”. Namun saat kembali dimintai penjelasan, Avi memberikan tanggapan singkat.

“Saya bilang terima kasih ya, bukan membenarkan. Kecuali abang bikin berita belum release dan konfirmasi ke saya,” ujar Avi melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Kelapa Dua maupun DTRB Kabupaten Tangerang belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait berbagai temuan dan tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi. (DEDI)

Berikan Komentar