Dikatakan Toni hasil pantauan tim di lokasi ,rehabilitasi yang diduga asal-asalan itu terlihat nampak secara kasat mata jalan masih banyak yang berlubang dan tergenang air di beberapa titik.
“Hasil pantauan kami tumpukan batu belahnya hanya beberpa titik saja sehinggah kualitas jalan tersebut patut di pertanyakan karena menelan anggaran ratusan juta rupiah”ungkap Toni.
Baca Juga : Diduga Kegiatan Realisasi Anggaran Dana Desa Sukaraja Tidak Jelas
Dalam hal ini ketua aliansi mendesak inspektorat agar mengecek pembangunan telford di desa anggalan Kecamatan Cikulur.
“Ini harus di uji petik kualitas pembangunannya, jangan hanya di lihat dari administrasi saja”ujar Toni.
Baca Juga : Diduga Korupsi APBDes 2020 , Dua Perempuan Prades Di Lebak Jadi Tersangka Dan Dijebloskan Ke Penjara
Dikatakan Toni lebih ironisnya saat tim mengklarifikasi ,terkesan adanya pelecehan terhadap profesinya kepada Lembaga yang di sampaikan oleh kasi ekbang desa melalui pesan whats appnya.
Sementara itu,Kasi Pemerintahan dalam Hal ini Tim Pelaksana Kegiatan Engkos Kosasih mengatakan jalan sepanjang 1 KM setengah itu anggaran 100 juta lebih dengan kegiatan tambal sulam,untuk pelaksanaan kata dia belum selesai karena masih menunggu sertipikat PDTI.
“Jalan sepanjang 1 kilo setengah anggaran 150 juta,itupun jumlah keseluruhan dengan kegiatan Sarana air bersih sebanyak 3 titik”kata Engkos melalui Whats Appnya.
Melui Whats Appnya Kasi Ekbang Desa Anggalan Anda mengatakan untuk kegiatan fisik sebanyak dua kegiatan yakni rehabilitasi jalan dan Sarana Air Bersih ( SAB) sebanyak dua titik dengan anggaran yang berbeda.
“Jalan dan SAB beda anggaran,untuk kegiatan SAB per titik 15 juta jumlah 3 titik termasuk HOK PPH dan PPN untuk anggaran jalan 100 juta itu termasuk PPH dan PPN”kata Anda.
Sementara saat di konfirmasi kembali terkait adanya dugaan pelecehan terhadap lembaga, Anda tidak mberilan jawaban namun malah hanya memblokir nomor awak media.(1K)

