SWARA45.COM, KUALASIMPANG – Rangkaian terakhir dalam lawatan kerja Pj. Bupati, Dr. Drs. Meurah Budiman, SH, MH, di Kecamatan Rantau pada Selasa (24/10/23) kemarin adalah kunjungan ke areal pertanaman jagung manis (Zea mays saccarata) milik Kelompoktani Gemah Rifah II di Kampung Jamur Labu dan kebun jeruk keprok (Citrus sinensis) milik Pak Sariman, anggota Kelompoktani Sehati, Kampung Ingin Jaya, Rantau.
Di Jamur Labu, Pj. Bupati Meurah dan rombongan disambut oleh sejumlah anggota poktan. Sejumlah warga tampak sumringah dan gembira atas kunjungan tersebut. Junaidi, Ketua Poktan Gemah Rifah II, menjamu Pj. Bupati Meurah dan Ketua TP-PKK, Zuraidah Meurah, di rumahnya dengan hidangan sederhana nan nikmat, jagung manis rebus.
Sambil menyantap jagung manis rebus, Pj. Bupati Meurah mengobrol ringan bersama Junaidi dan sejumlah anggota poktan, seputar usahatani yang ditekuni warga di sini. Dalam pada ini, dikatakan Junaidi, lebih dari 90 persen warga Jamur Labu berprofesi petani dengan sejumlah ragam komoditi, mulai dari karet, kelapa sawit, padi, tanaman palawija dan hortikultura, serta ternak, macam sapi, kambing dan unggas.
Menanggapi hal itu, Pj. Bupati Meurah mengaku gembira. Dirinya yang berasal dari anak seorang nelayan, dulunya juga akrab dengan dunia pertanian.
“Jadi almarhum ayah saya itu memang seorang nelayan, tapi ia juga punya kebun kelapa. Dulu semasa sekolah sampai kuliah, saya yang menjaga kebun ayah. Alhamdulillah, saya kuliah sampai tamat itu hasil dari kebun kelapa,” tutur Meurah bercerita.
Usai menikmati jamuan jagung manis rebus, Pj. Bupati Meurah bersama Zuraidah kemudian turun ke ladang jagung manis yang merupakan areal persawahan kelompoktaninya. Di sana Junaidi menerangkan, pemanfaatan lahan sawah ini dilakukan secara bergilir dan periodik dengan pola padi-padi-hortikultura/palawija.
Sambil mengamati pertanaman jagung manis, kacang tanah, dan sejumlah jenis palawija lainnya, Meurah mengatakan, menjaga ketahanan pangan adalah salah satu program utama pemerintah.
“Termasuk di dalamnya, melakukan intensifikasi pemanfaatan lahan pertanian dan diversifikasi bahan pangan masyarakat, sekaligus langkah mencegah inflasi akibat harga bahan pangan yang fluktuatif,” lanjutnya menambahkan.
Beranjak dari Jamur Labu, Pj. Bupati meurah dan rombongan menuju hentian terakhir, yakni kebun jeruk keprok milik Pak Sariman, seorang anggota Kelompoktani Sehati, Kampung Ingin Jaya. Tiba di sana, Pj. Bupati Meurah bersama Ketua TP-PKK disambut langsung oleh Sariman bersama keluarganya yang langsung mengajak rombongan memetik sendiri jeruk keprok dari pohonnya.
Kepada Pj. Bupati Meurah, Sariman yang mengusahakan jeruk keprok di lahan seluas 1000 meter persegi itu menceritakan alasan kenapa ia menjadikan kebun miliknya sebagai wahana wisata buah. “Sederhana Pak Bupati, saya ingin semua orang yang berkunjung bisa menikmati buah jeruk keprok langsung dari pohonnya,” tukas Sariman.
Di sana, Pj. Bupati Meurah juga ikut menikmati sensasi memetik jeruk dan makan langsung di kebunnya. Sementara itu, Ketua TP-PKK, Zuraidah turut didampingi isteri dan anak Sariman memetik jeruk keprok sembari bercerita tentang usahatani jeruk yang sudah beberapa tahun ditekuni keluarganya. Dikatakan, para pengunjung bebas memetik buah untuk dimakan di areal kebun, namun harus membayar Rp. 10ribu per kilonya ketika hendak membawanya sebagai buah tangan.
Dalam kunjungan ke kebun jeruk keprok tersebut, Pj. Bupati Meurah mengapresiasi pengembangan usahatani yang dilakukan Sariman. Dikatakannya, konsep pengembangan wisata berbasis pertanian memang marak belakangan ini. “Ada macam-macam yang kita lihat, wisata buah, sawah atau peternakan. Tapi di Aceh Tamiang, baru ini yang saya kunjungi,” kata Meurah.
Lebih lanjut disebutkannya, konsep wisata buah yang dipraktikkan oleh Sariman menjadikan usahatani memiliki nilai tambah, baik secara ekonomi dan sosial.
“Para pengunjung yang datang mendapatkan semuanya sekaligus di sini. Ada nilai pengalaman dan nilai edukasi di dalamnya,” terang Meurah lugas.
Dijelaskan, meningkatkan nilai tambah usahatani memang memerlukan strategi dan perhitungan yang tepat serta langkah yang berani. Dikatakan Meurah, dirinya yakin para petani sebagai sokoguru ekonomi di perdesaan bisa melakukannya. “Para penyuluh dan petugas pertanian kita harus memberikan pendampingan yang optimal untuk mewujudkannya,” pungkas Meurah.
Karena kegembiraannya atas kunjungan Pj. Bupati ke kebun jeruk miliknya, ketika Pj. Bupati Meurah dan Ketua TP-PKK, Zuraidah berpamitan untuk pulang, pemilik kebun Sariman dan keluarganya menolak dibayar. Ia menghadiahkan semua jeruk yang dipetik rombongan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Tampak di antara rombongan adalah Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra, Muslizar, Asisten Perekonomian & Pembangunan Catur Haryati, Kabag Prokopim, Azwanil Fakhri, Camat unsur Forkopimcam dan jajaran Kantor Camat, sejumlah Datok Penghulu dalam Kecamatan Rantau, serta Kepala BPP dan sejumlah Penyuluh Pertanian yang bertugas di wilayah kerja Rantau.[Afrizal]

