SWARA45.COM:Puluhan aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Bupati Lebak, yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-193 ,Kamis (2/12/2021).
Aksi mereka yang berlangsung di kawal oleh aparat Kepolisian Resort Lebak dan Brimob Polda Banten, mendesak Pemkab Lebak dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuntaskan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Lebak.
Ketua Umum Kumala Lebak Komarudin mengatakan, persoalan buruk masih banyak yang harus diselesaikan oleh Pemkab Lebak, diantaranya kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, lingkungan hidup, dan kemiskinan.
“Maka dari itu, kami (Kumala) mendesak Pemkab Lebak meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, baik infrastruktur maupun suprastruktur hingga tingkat kemiskinan,dan Kami juga mendesak DPRD Lebak untuk menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat,” kata Komarudin.
Baca Juga : Kantor Desa Pabuaran Rangkasbitung Di Kepung Puluhan Warga
Sementara Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi yang langsung menghadapi pendemo. dan langsung menyikapinya apa yang menjadi tutuntan para pedemo.
“Untuk Kesehatan saya meminta Kadinkes Lebak untuk memfasilitasi teman-teman mahasiswa. Jangan demo tapi lakukan audiensi,” kata Ade.
Terkait pertambangan, Ade mengaku aturannya yang membawahi kegiatan tersebut ada di pemprov dan pusat. Pemkab, Lebak menurut Ade hanya menyampaikan atau rekomendasi terkait identitasnya saja.
“Soal pertambangan aturannya bukan di kita tapi di provinsi dan pusat. Artinya, kita hanya bisa menyampaikan mana yang sifatnya legal dan mana yang ilegal. Intinya kita harapkan ada multi player effect untuk meningkatkan ekonomi rakyat. Mungkin itu yang bisa kami lakukan nanti,” katanya seraya menambahkan kualitas pendidikan dan infrastruktur jalan tengah kita perbaiki.
“Apa yang disampaikan teman-teman mahasiswa ini benar semua. Maka dari itu, pihaknya cukup mengapresiasi saran dan masukan dari teman-teman ini. Nanti bagaimana tindaklanjutnya,” terangnya.(1K)

