sWara45 | Maybrat – Panitia Pendidikan Inisiasi Melaksanakan Acara Penamatan dan Penutupan Wuon kepada 19 peserta didik pada wilayah Distrik Aifat Utara, dan sekaligus menutup Pendidikan wuon Sekabupaten Maybrat.
Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari dengan beragam kegiatan yaitu, hari selasa 9 November 2021 kegiatan Sana Wuon, hari Rabu 10 November 2021 kegiatan Fane Aret, hari Kamis 11 November 2021 kegiatan khusus di Kawuon, dan hari Jumat 12 November 2021 kegiatan Tfuk Po Mkek sekaligus pemulangan Wuon kepada keluarga dan Penutupan Wuon secara Umum.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Dariwisata dan Kebudayaan, Asisten Dua Kabupaten Maybrat, kepala Distrik Aifat Utara, Para Tokoh tokoh, Perwakilan Gereja, serta seluruh masyarakat pada wilayah Aifat Raya yang ikut antusias dalam acara tersebut.
Pendidikan Inisiasi ini dilakukan pada tiga zona dan empat titik berbeda, yaitu Ayamaru(Sauf), Aitinyo(Aitinyo tengah), dan Aifat(Kmurkek dan Aifat Utara). Total keseluruhan siswa adalah tujuh puluh dua untuk ketiga zona.
Dalam pendidikan ini terdapat dua pengajaran Wuon yang berbeda pada beberapa titik yaitu: Wuon Moss hanya diajarkan pada siswa yang ada pada titik Aifat Utara dan Wuon Intape diajarakan untuk siswa yang ada pada titik Kmurkek, Aitinyo, dan Sauf.
Perbedaan dari kedua Wuon adalah Wuon Intape “selain waktu pendidikan yang singkat, ada waktu dimana keluarga diperbolehkan untuk berkunjung”, sedangkan Wuon Moss “selain waktu pendidikan yang cukup lama, peserta tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan keluarga atau siapapun sejak memulai pendidikan hingga selesainya.
Pendidikan yang dilakukan pada titik Aifat Utara dalam laporan ketua panitia Bpk, Stevanus Kocu,S.St.Pi, M.Si, pendidikan ini berlangsung selama tujuh bulan dua Minggu lima hari, dengan jumlah sembilan belas peserta yang berasal dari Distrik Aifat lima orang, distrik Mare dua orang, dan distrik Aifat Utara dua belas orang. Serta para guru pembimbing sebanyak dua puluh satu orang yang dipimpin oleh satu guru besar atau Rektor yaitu, Bpk, Yacobus Kosamah.
Ketua Panitia Stevanus Kocu,S.St.Pi, M.Si menyampaikan bahwa, kegiatan pendidikan wuon merupakan inisisasi budaya yang paling pertama bagi bagi orang Maybrat sejak dulu sebelum mereka mengenal Agama dan Tuhan. Warisan Budaya yang Sakral ini akan hilang dengan sendirinya apabila dibiarkan begitu saja, karena orang-orang tua yang menyimpan ilmu tersebut sekarang sudah pada usia tua semua, sehingga perlu pelestarian pendidikan Wuon kepada generasi selanjutnya agar budaya ini dapat diteruskan oleh anak cucu kita semua.
Kegiatan wuon ini kami jalankan atas gagasan dari Almarhum bpk, Drs.Paskalis Kocu dan Almarhum bpk, Aleks Kosamah. Apabila bpk, Drs. Paskalis Kocu masih hidup, maka beliau akan menjadi salah satu murid dari Wuon ini, Tutupnya.
Salam Hormat untuk teman teman sejawat, secara keilmuan kami selevel, hanya cara mendapatkannya yang berbeda, mereka sekolahnya di Hutan dan Kami sekolahnya di dalam ruangan, isi sambutan berikut yang dibawakan oleh Pastor Paroki Santo Yosep Ayawasi, mewakili pihak Gereja. Untuk itu saya berharap Roh nenek moyang tanah Maybrat, Roh nenek moyang Allah Maha Agung mengijinkan, saya ingin mengabadikan momen ini melalui sebuah buku, saya ingin menulis buku tentang Wuon, untuk itu saya mohon kepada para guru dan rektor untuk membantu saya memberikan informasi ketika saya mulai menulis buku, supaya generasi setelah kita ada yang membaca dan meneruskannya, tutupnya.
Wuon ini adalah pendidikan Inisiasi, pendidikan yang membentuk karakter, memberikan nilai nilai moral, nilai nilai positif bagi peserta didik. Kami berterimakasih karena ada inisiatif dan inisiator yang melahirkan pendidikan ini kembali, dan harapan kami, jangan menunggu waktu yang lama, kalau bisa enam atau tujuh bulan ke depan harus dilaksanakan lagi, dan pemerintah harus memberikan ruang dan angaran karena kegiatan ini berkaitan dengan pelestarian budaya Maybrat, tutup Maximus Air, SE.MM dalam Wawancaranya, mewakili Para Intelektual.
Lanjut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bpk, Yohanes Sentuf, S.pd, M.pd, saat diwawancarai, “Harapan saya kegiatan pendidika Wuon ini agar di dimuat dalam PERDA demi kelangsungan Budaya Maybrat, agar kedepan berjalannya kegiatan ini, ada Topangan Angaran dari Pemerintah”.
Mewakili pemerintah, dalam hal ini Asisten dua kabupaten Maybrat. Engelbertus Turot dalam sambutannya ” kami akan laporkan secara berjenjang ke atas melalui dinas terkait, sehingga kegiatan ini perlu diperhatikan secara baik sehingga dapat mendukung teman-teman Panitia, oleh karena itu, ini menjadi catatan dan tetap akan didorong untuk mendapat regulasi yang jelas melalui PERDA, sehingga pendidikan nilai ini kita dapat kembangkan kedepannya.
Pada kesempatan ini, kami atas nama Pemerintah menyampaikan Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpatisipasi dalam mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini sangat mambantu pemerintah dalam sektor Budaya. saya optimis bahwa kedepan akan ada para wisatawan yang bermunculan untuk menyaksikan Budaya ini, tutupnya sekaligus Menutup kegiatan Pendidikan Inisiasi(Wuon) secara umum dengan menyanyikan sebuah lagu Adat.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan terkendali, serta didukung dengan cuaca yang cerah sejak awal hingga berakhirnya acara tersebut. (ORRY YUMAME)

