SWara45 | Lebak – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) terus menggencarkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Lebak. Salah satu kegiatan dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Cinapel Tapos, Desa Kerta, melalui Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tanjung Indah.
Program yang dilaksanakan secara swakelola tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Selain melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan, keberadaan saluran irigasi baru dinilai mampu meningkatkan kelancaran distribusi air ke lahan persawahan sehingga mendukung produktivitas pertanian.
Ketua Kelompok P3A Tanjung Indah, Dani, menyampaikan apresiasi kepada BBWSC3 yang telah memberikan kepercayaan kepada kelompoknya untuk melaksanakan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWSC3 atas program P3-TGAI yang diberikan kepada kelompok kami. Saluran irigasi ini sangat bermanfaat dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” ujar Dani, Kamis (3/7/2026).
Menurutnya, setelah saluran irigasi diperbaiki, aliran air menjadi lebih lancar dan merata. Kondisi tersebut memungkinkan petani memperoleh pasokan air yang lebih optimal sehingga berpotensi meningkatkan intensitas masa tanam dalam satu tahun.
Hal senada disampaikan Rohman, salah seorang petani di DI Cinapel Tapos. Ia berharap program P3-TGAI dapat terus dilanjutkan agar seluruh jaringan irigasi yang masih membutuhkan penanganan dapat diperbaiki.
“Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga seluruh areal persawahan dapat memperoleh aliran air yang lancar. Sebelumnya saluran sering tertutup longsoran tanah sehingga air sulit mengalir, sekarang kondisinya jauh lebih baik,” ungkap Rohman.
Ia menambahkan, kelancaran aliran air dari hulu hingga ke areal persawahan memberikan harapan baru bagi petani untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
Program P3-TGAI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur irigasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini diharapkan fungsi jaringan irigasi tetap optimal guna mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, menilai pelaksanaan P3-TGAI gelombang pertama tahun 2026 di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik. Menurutnya, hasil pembangunan fisik saluran irigasi telah menunjukkan kualitas yang sesuai sehingga manfaatnya dapat dirasakan petani dalam jangka panjang.
“Program ini merupakan program untuk masyarakat, sehingga harus didukung oleh masyarakat. Kami memastikan pembangunan fisiknya berkualitas, sesuai spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat,” kata Eli Sahroni.
Eli menjelaskan, Badak Banten Perjuangan berkomitmen mengawal pelaksanaan program P3-TGAI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan irigasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.
“Kami merasa terpanggil untuk ikut mengawal dan mengawasi pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Lebak maupun Pandeglang secara profesional agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak.
(DEDI)

