sWara45 | Aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Lebak menolak rekomendasi DPP PDIP tentang penunjukan calon Ketua DPRD Lebak telah menciptakan gelombang reaksi yang menarik sejumlah elemen masyarakat. Awalnya, para pimpinan fraksi di DPRD Lebak menunjukkan dukungan dan solidaritas terhadap rekannya yang merupakan Ketua Partai di Parlemen Lebak.
Menyikapi hal ini, Eli Sahroni, seorang tokoh ormas Banten asal Lebak, menyatakan bahwa reaksi solidaritas muncul dari berbagai pihak yang melakukan aksi di depan kantor DPRD Lebak. Sayangnya, aksi tersebut berujung pada sebuah insiden tragis, di mana seorang anggota satpol PP Lebak meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan.
Eli Sahroni juga menyoroti perlunya pemeriksaan terhadap para ketua fraksi oleh penyidik Polres Lebak. Menurutnya, pergerakan awal dari para ketua fraksi telah memicu reaksi warga Lebak untuk turut serta dalam aksi solidaritas dengan berbagai metode.
Elite politik dianggap memiliki kapasitas dan kapabilitas yang tinggi, yang kemudian menggugah partisipasi warga untuk menyuarakan aspirasi dan solidaritas mereka terhadap rekomendasi DPP PDIP mengenai penunjukan calon Ketua DPRD Lebak. Dengan adanya benang merah yang jelas terbentang, pendapatannya sangat adil jika penyidik Polres Lebak meminta para pimpinan fraksi untuk bekerja sama dalam penyelidikan ini.
Sejalan dengan pendapat tersebut, tindakan penyidikan terhadap para pimpinan fraksi diyakini akan membawa cahaya tentang kasus pelanggaran hukum yang terjadi. Masyarakat pun menanti keputusan dan langkah penyelidikan selanjutnya dari pihak berwajib untuk menjaga integritas dan keadilan dalam kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini.(Red)

