Berita

Merajut Silaturahmi: Idris Djaelani dan Misi Kemenangan Matahati di Pilgub Sumsel 2024

×

Merajut Silaturahmi: Idris Djaelani dan Misi Kemenangan Matahati di Pilgub Sumsel 2024

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Terletak di Desa Semangus dusun Delapan Simpang Solar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali, agenda silaturahmi kali ini terasa istimewa pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, pukul 15.00 WIB.

Idris Djaelani, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat berpengaruh di Simpang Solar, memainkan peran penting dalam pergerakan sosial dan politik di wilayah ini. Ia bukan hanya seorang petani yang berdedikasi tetapi juga pernah bekerja selama 19 tahun di PT. Surya Bumi Agro Langgeng hingga tahun 2015. Pengalaman ini tentunya memberikan kedalaman perspektif yang berbeda bagi pengabdian sosialnya.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Sebagai relawan aktif Pujasuma di daerahnya, Idris Djaelani bersama kelompoknya tak kenal lelah memobilisasi dukungan publik untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya dan RA Anita Noeringhati, yang dikenal dengan sebutan “Matahati.”

Sosialisasi yang mereka lakukan tidak hanya untuk meraup suara, tetapi juga menyelipkan visi dan misi yang menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya pembangunan infrastruktur desa yang menjadi harapan masyarakat setempat.

Dari hasil pemantauan dan survei yang dilakukan oleh tim Idris di TPS 5 Desa Semangus, terungkap bahwa dukungan terhadap pasangan Matahati sangat menggembirakan.

Hal ini diharapkan bisa menjadi kisah sukses di seluruh TPS desa dan Kabupaten Pali yang lebih luas, mendorong kemenangan yang menyeluruh bagi pasangan ini pada pemilu mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Idris percaya bahwa kemenangan Matahati tidak hanya akan menjadi pencapaian politik tetapi juga akan membawa angin segar bagi gerak pembangunan daerah.

“Semoga Mawardi Yahya dan RA Anita Noeringhati dapat terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2024-2029,” ujar Idris Djaelani penuh harap.

Ia menambahkan bahwa dengan terpilihnya mereka, ada potensi besar untuk mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur dasar di desanya. Beberapa aspek utama yang dinantikan peningkatan antara lain jalan setapak yang layak, sinyal komunikasi yang memadai, peningkatan jalan utama di Simpang Solar, serta pembangunan embung yang dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.

Menggagas masa depan yang lebih cerah untuk Desa Semangus, Idris menegaskan pentingnya kemajuan infrastruktur sebagai kunci keberlanjutan sosial dan ekonomi. Tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai, perkembangan desa tentu akan terhambat. Ekspektasi dari masyarakat pun tinggi, mengingat posisi strategis Simpang Solar dan peran vitalnya dalam jaringan sosial-ekonomi regional.

Idris dan timnya terus menjalin komunikasi dengan setiap lapisan masyarakat, meyakinkan mereka bahwa perubahan positif adalah hal yang mustahil dicapai tanpa persatuan dan suara kolektif. Diharapkan, cerita perjuangan ini tidak hanya menginspirasi warga Desa Semangus tetapi juga menjadi teladan bagi daerah lain dalam memperjuangkan aspirasi mereka melalui jalur demokratis.

Menghadapi tantangan politik dan sosial, Idris Djaelani membuktikan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal posisi, tetapi lebih pada dedikasi dan keberanian untuk mengarahkan perubahan demi kesejahteraan bersama. Dengan silaturahmi yang dijalin, pintu harapan baru tampak mulai terbuka di Simpang Solar dan sekitarnya, siap menyambut era baru pemerintahan Sumatera Selatan.(San)

Berikan Komentar