Tangerang, — Di tengah percepatan transformasi digital global, kualitas akses internet masih menjadi tantangan serius di sejumlah negara Asia. Kecepatan internet yang rendah bukan hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi daya saing ekonomi digital dan layanan publik berbasis teknologi.
Berdasarkan kompilasi data kecepatan internet global, laporan industri telekomunikasi, serta analisis tren konektivitas kawasan, terdapat 10 negara di Asia yang tercatat memiliki koneksi internet paling lambat dibanding negara lain di wilayahnya.
Myanmar dan Laos berada di kelompok terbawah akibat keterbatasan infrastruktur jaringan serta belum meratanya akses internet di luar pusat kota. Indonesia juga masuk dalam daftar ini. Meski jumlah pengguna internet terus meningkat, kecepatan rata-rata masih tertinggal karena tantangan geografis dan distribusi jaringan yang belum merata.
Kamboja dan Filipina menghadapi kendala serupa. Di Filipina, kondisi kepulauan membuat pembangunan jaringan broadband menjadi lebih kompleks dan mahal. Bangladesh dan Pakistan mencatat kecepatan internet yang relatif rendah akibat kepadatan penduduk dan kapasitas jaringan yang terbatas.
India menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun kesenjangan kualitas internet antara kota besar dan wilayah pedesaan masih lebar. Sementara itu, Afghanistan menghadapi hambatan paling berat, mulai dari faktor keamanan hingga minimnya infrastruktur telekomunikasi nasional.
Turkmenistan kerap disebut sebagai salah satu negara dengan koneksi internet paling lambat di Asia. Rendahnya penetrasi internet dan keterbatasan akses jaringan membuat konektivitas digital di negara ini sangat terbatas.
Internet yang lambat berdampak langsung pada produktivitas, kualitas pendidikan daring, serta pertumbuhan ekonomi digital. Tanpa percepatan pembangunan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung investasi teknologi, kesenjangan digital antarnegara di Asia berpotensi semakin melebar.
Penguatan jaringan broadband, perluasan akses internet di daerah terpencil, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah krusial untuk mempercepat pemerataan konektivitas digital di kawasan Asia.

