Berita

King Badak Eli Sahroni: Pemimpin Harus Menjaga Akhlak, Moral, dan Kepercayaan Rakyat Banten

×

King Badak Eli Sahroni: Pemimpin Harus Menjaga Akhlak, Moral, dan Kepercayaan Rakyat Banten

Sebarkan artikel ini

SWara45 | Lebak – Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat Banten. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan program pembangunan, tetapi juga wajib menjaga integritas, akhlak, moral, serta kepercayaan rakyat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Eli menilai terdapat dua isu yang menjadi sorotan publik, yakni temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kelebihan pembayaran pada sejumlah kegiatan Pemerintah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 serta mencuatnya dugaan persoalan moral yang menyeret seorang tokoh Banten berinisial AS. Ia menegaskan bahwa seluruh persoalan tersebut harus diselesaikan sesuai mekanisme hukum dan ketentuan yang berlaku, Minggu 12/07/2026.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Menurut Eli, hasil pemeriksaan BPK merupakan pengingat bahwa tata kelola keuangan daerah harus terus diperbaiki. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menerima rekomendasi BPK segera menindaklanjutinya secara transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Namun demikian, Eli menilai persoalan moral seorang pemimpin juga tidak kalah penting. Menurutnya, masyarakat Banten membutuhkan figur yang mampu menjadi teladan, baik dalam menjalankan pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi.

“Seorang pemimpin bukan hanya dinilai dari keberhasilan program kerjanya, tetapi juga dari akhlak, moral, dan integritasnya. Kepercayaan rakyat dibangun dari keteladanan yang ditunjukkan setiap hari,” ujar Eli.

Terkait isu yang menyeret nama AS, Eli menegaskan bahwa seluruh pihak tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah. Ia meminta agar proses klarifikasi maupun proses hukum, apabila ada, berjalan secara objektif tanpa intervensi.

Meski demikian, Eli menilai seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dibandingkan masyarakat pada umumnya karena setiap sikap dan tindakannya akan menjadi perhatian publik.

“Banten dikenal sebagai daerah yang religius dan memiliki sejarah panjang. Karena itu, marwah daerah ini harus dijaga oleh para pemimpinnya. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.

King Badak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara kritis namun tetap menjunjung tinggi etika, fakta, dan aturan hukum.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan kepada pemerintah bukan bertujuan menjatuhkan seseorang, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar penyelenggaraan pemerintahan berlangsung bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Badak Banten Perjuangan akan terus menyuarakan kepentingan masyarakat. Kami ingin Banten dipimpin oleh figur-figur yang tidak hanya mampu membangun infrastruktur, tetapi juga mampu menjaga kehormatan, moral, dan kepercayaan rakyat,” ujar Eli.

Menutup pernyataannya, Eli mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi tentang pentingnya menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara santun dan berdasarkan fakta merupakan bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi.

“Kami berharap seluruh persoalan yang menjadi perhatian publik dapat diselesaikan secara terbuka, adil, dan sesuai ketentuan hukum. Banten membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya. (DEDI)

Berikan Komentar