sWara45 | Tangerang — Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Artana, menegaskan komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program penanaman jagung hibrida sebagai bagian dari agenda nasional ketahanan pangan. Dukungan tersebut disampaikan saat peresmian penanaman jagung hibrida di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/02/2025).
AKP I Made Artana menyatakan bahwa program ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus didukung lintas sektor, termasuk TNI dan Polri. Menurutnya, penanaman jagung hibrida bukan sekadar kegiatan pertanian, melainkan upaya strategis untuk menjamin ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Program jagung hibrida ini adalah program pemerintah yang wajib kita dukung bersama. Polri hadir bukan hanya sebagai penggerak, tetapi juga berkomitmen mendorong agar program ini menghasilkan output yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Kapolsek.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan tidak mudah dan membutuhkan konsistensi, pengawasan, serta kolaborasi semua pihak. Namun demikian, Kapolsek menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi penghambat, mengingat ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.
Selain menyoroti program pertanian, Kapolsek Tigaraksa juga memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan bahwa potensi gangguan keamanan dan kriminalitas cenderung meningkat pada periode tersebut.
“Memasuki bulan Ramadan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Gangguan kamtibmas biasanya mengalami peningkatan, sehingga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.
AKP I Made Artana menegaskan bahwa Polsek Tigaraksa akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap dukungan terhadap program ketahanan pangan berjalan seiring dengan terciptanya stabilitas keamanan di wilayah hukum Tigaraksa.
“Ketahanan pangan dan keamanan wilayah adalah dua hal yang saling berkaitan. Jika keduanya terjaga, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” pungkasnya. (DEDI)

