Berita

Kampung Cikoneng, Warisan Budaya Lampung–Banten yang Bertahan Sejak Era Kesultanan

×

Kampung Cikoneng, Warisan Budaya Lampung–Banten yang Bertahan Sejak Era Kesultanan

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Pandeglang — Di tengah perubahan zaman, Kampung Cikoneng, sebuah kampung adat yang terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tetap menjaga identitas budaya leluhur yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kampung ini dikenal sebagai permukiman masyarakat Lampung Saibatin yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan Kesultanan Banten.

Keberadaan Kampung Cikoneng tidak dapat dilepaskan dari hubungan historis antara Lampung dan Banten yang terjalin sejak abad ke-16. Pada masa itu, Lampung merupakan penghasil lada terbesar di Nusantara, sementara Banten berkembang sebagai pelabuhan internasional dan pusat perdagangan dunia. Hubungan kedua wilayah tersebut dibangun atas dasar kemitraan ekonomi, politik, dan adat.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Orang Lampung di Cikoneng bukan pendatang biasa. Mereka ditempatkan sebagai bagian dari hubungan adat dan sejarah antara Lampung dan Kesultanan Banten,” ujar Muhammad Ilham, warga Kampung Cikoneng yang juga berprofesi sebagai wartawan, saat jumpa ngopi di pantai Carita, Minggu 11/01/2026.

Hingga kini, masyarakat Kampung Cikoneng masih mempertahankan adat istiadat Lampung, mulai dari struktur kepemimpinan adat, sistem musyawarah, hingga tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai budaya tersebut hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat Banten di sekitarnya.

Rumah-rumah penduduk, silsilah keluarga, serta praktik adat menjadi penanda kuat bahwa Kampung Cikoneng merupakan ruang budaya hidup yang merekam perjalanan sejarah panjang dua wilayah yang dipisahkan oleh Selat Sunda, namun disatukan oleh persaudaraan.

Dalam catatan sejarah lokal, Lampung tidak diposisikan sebagai wilayah taklukan Kesultanan Banten, melainkan sebagai mitra strategis. Hubungan ini diperkuat melalui jalur perdagangan lada, perlindungan politik, serta ikatan adat yang saling menghormati.

“Kampung Cikoneng adalah bukti bahwa hubungan Lampung dan Banten dibangun atas dasar kesetaraan dan saling percaya, bukan dominasi,” tambah Muhammad Ilham.

Di tengah arus globalisasi, masyarakat Kampung Cikoneng terus berupaya mempertahankan jati diri budaya mereka. Generasi muda didorong untuk mengenal sejarah leluhur dan menjaga nilai-nilai adat sebagai identitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial mereka.

Kampung Cikoneng kini tidak hanya dipandang sebagai kampung adat, tetapi juga sebagai situs budaya bersejarah yang merepresentasikan persaudaraan Lampung–Banten yang bertahan lintas generasi.

Keberadaannya menjadi pengingat bahwa nilai budaya dan sejarah mampu menjaga identitas suatu komunitas, bahkan di tengah perubahan zaman. (DEDI)

Berikan Komentar