Berita

Heru Purnomo Sekjen IPJI Ciamis : “Wartawan Tidak Beretika Permalukan Profesi”

×

Heru Purnomo Sekjen IPJI Ciamis : “Wartawan Tidak Beretika Permalukan Profesi”

Sebarkan artikel ini

sWara45.Com.Ciamis-Menjadi makin buruk tatanan sebenarnya ketika wartawan sesuai kewenangannya mencari bahan berita untuk bisa disuguhkan kedalam berita, namun banyak oknum wartawan yang hanya memburu rencana giat bupati/wali kota dengan tujuan utama amplop (uang).

Mereka terkesan tidak pernah menyimak apa yang disampaikan narasumber dalam kegiatan dan mereka diduga hanya mencari uang diisi kedalam amplop serta beritanya menunggu rilis pemerintah yang buat (Prokopim).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Sejatinya ini tidak membuat baik kerja wartawan, mereka (wartawan) hanya sebatas berpikir uang dan copy paste (copas) atau hanya melanjutkan rilis yang dibuat intansi pemerintah.

Lebih memperihatinkan lagi, mereka (wartawan) dalam menaikan berita judul dan isi berita sama persis. Seolah-olah ini hanya sebatas ingin terlihat cepat-cepatan memuat berita dalam medianya.

Ini sebenarnya memperihatinkan, padahal peranan wartawan di tanah air adalah sebagai penjaga dinamika bangsa dari aspek apapun, namun tidak menyadari akan tugas fungsi yang sesungguhnya mulia.

Banyak oknum wartawan bergaya sok jago, datang dengan dalih sebagai wartawan (konfirmasi) namun etika, gaya, bicara tidak sama sekali dikedepankan.

Pertanyaannya pun terkesan tidak terkonsep rapi, seakan-akan langsung menanyakan persoalan yang kadang permasalahan tersebut bukan hasil informasi yang didapat dan terkesan membawa misi sendiri seolah-olah menyalahkan pihak yang hendak dikonfirmasi (bertanya).

Tidak sedikit juga oknum wartawan dalam menjalankan profesinya disertai minum-minuman yang memabukan (alkohol) atau kadang ngobat yang kadang sebagian ngomong ngelantur tidak menjalur bahkan dengan nada-nada ancaman dan emosi.

Wartawan tidak harus marah-marah, karena wartawan hanya sebatas mengklarifikasi jika benar ada persoalan hasil berdasarkan sumber yang didapat. Dan wartawan juga bukan jaksa atau penyidik yang terkadang intimidasi atau menyalahkan orang /intansi yang akan diberitakan.

Sakit, ya memang sakit. Tapi kemana pihak yang terugikan ini harus mengadu atas ulah kinerja profesi wartawan? Bagi masyarakat yang kurang tahu alur penyelesaian mengenai dugaan wartawan tidak beretika, bahkan pejabat setingkat esselon dua (Kepala Dinas) saja, terkadang takut dan tidak mau ribet. Padahal hal itu bisa dilaporkan kepada Dewan Pers atau pihak kepolisian kalau sudah jelas-jelas mengintimidasi/mengancam apalagi ancaman itu mengarah ke uang dan tangkap tangankan (OTT) saja.(Lili Romli)

Berikan Komentar