Berita

Hendra Primitif: LSM GARI Diharapkan Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah di Kabupaten Tangerang

×

Hendra Primitif: LSM GARI Diharapkan Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah di Kabupaten Tangerang

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Tangerang – Kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Rakyat Indonesia (GARI) di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan dan kebijakan publik.

Hal tersebut disampaikan Hendra Primitif, yang menilai keberadaan organisasi masyarakat sipil memiliki posisi penting sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, Jumat 07/08/2026.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Menurut Hendra, peran LSM tidak semestinya hanya berorientasi pada kritik terhadap kebijakan atau program pemerintah. Lebih dari itu, organisasi masyarakat sipil diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta menyampaikan masukan secara objektif dan konstruktif.

“LSM bukan sekadar mengkritik, tetapi juga hadir membawa solusi. Menjadi mata yang melihat persoalan di lapangan dan telinga yang mendengar keluh kesah masyarakat, lalu menyampaikannya kepada pemerintah secara objektif dan bertanggung jawab,” ujar Hendra Primitif.

Ia mengatakan, fungsi kontrol sosial akan lebih efektif apabila kritik maupun masukan yang disampaikan memiliki dasar informasi yang jelas, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, sikap kritis masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut idealnya diarahkan untuk mendorong perbaikan, bukan semata-mata mencari kesalahan atau memperkeruh hubungan antara masyarakat dan pemerintah.

Hendra juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan diperlukan untuk mendorong pembangunan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kalau ada kebijakan atau program yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sampaikan melalui mekanisme yang tepat. Kritik harus disertai data dan solusi agar dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menjaga komunikasi dan persatuan di tengah dinamika pembangunan daerah.

Menurut Hendra, masyarakat memiliki hak untuk mengawasi pembangunan dan menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk membuka ruang dialog dan merespons aspirasi tersebut sesuai ketentuan dan kewenangannya.

“Perubahan yang besar selalu diawali oleh keberanian untuk peduli. Ketika rakyat dan pemerintah saling mendengar, maka kemajuan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama,” pungkasnya.

Hendra berharap keberadaan LSM GARI di Kabupaten Tangerang dapat mengambil bagian dalam mengawal kepentingan masyarakat secara profesional, mengedepankan kepentingan umum, serta membangun komunikasi yang sehat dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan demikian, fungsi kontrol sosial tidak berhenti pada penyampaian kritik, tetapi juga dapat berkontribusi memberikan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

(DEDI)

Berikan Komentar