sWara45 | Tangerang – Anggota DPRD Provinsi Banten dari Komisi 1 Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Achmad Farizi Taher, menggelar kegiatan roadshow dengan mahasiswa di Kampung Mampelem, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog santai ini bertujuan membuka ruang komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan kalangan mahasiswa, Rabu 21/05/2025.
Dalam suasana penuh keakraban, H. Achmad Farizi menjelaskan peran dan fungsi DPRD kepada para peserta. Ia menyebutkan pentingnya mahasiswa memahami bagaimana proses kebijakan berjalan, agar mampu memberikan kontribusi kritis dan konstruktif terhadap isu-isu publik.
“Kami ingin membangun komunikasi yang cair, bukan formalitas. Mahasiswa harus memahami sistem pemerintahan dari dalam, agar peran mereka sebagai generasi pengawal kebijakan publik semakin kuat,” ujar Farizi.

Salah satu topik yang hangat dibahas dalam ngobrol santai tersebut adalah program sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Banten. Farizi menerangkan bahwa program tersebut masih dalam proses kajian lintas pihak dan belum dapat dijalankan sebelum mendapat persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif.
Ia juga mengapresiasi sikap mahasiswa yang selama ini aktif menyampaikan pendapat melalui diskusi dan aksi damai tanpa kekerasan. Menurutnya, pendekatan yang santun dan berbasis data akan lebih efektif dalam mendorong perubahan.
“Diskusi seperti ini penting. Mahasiswa sudah menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan pemikiran. Ini menjadi contoh demokrasi sehat yang perlu dipertahankan,” tambahnya.
Sementara itu, Rohmi Sabda Aziz, Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang, yang hadir mewakili mahasiswa, menyampaikan rasa terima kasih kepada H. Achmad Farizi atas kesediaannya hadir dan berdialog langsung.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak H. Achmad Farizi yang telah menyempatkan waktu untuk ngobras bersama kami. Semoga ke depan mahasiswa terus berpikir kritis terhadap fenomena sosial dan politik yang berkembang,” ujar Rohmi.
Dialog santai ini menjadi langkah positif dalam membangun hubungan yang sehat antara legislator dan generasi muda, serta memperkuat budaya komunikasi terbuka dan partisipatif dalam kehidupan berdemokrasi.
( DEDI)

