Berita

Gang Perumahan Berubah Jadi Aliran Air, Warga Triraksa Village 2 Menanti Respons Pemerintah

×

Gang Perumahan Berubah Jadi Aliran Air, Warga Triraksa Village 2 Menanti Respons Pemerintah

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Tangerang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang pada Kamis malam (22/01/2026) kembali menyebabkan banjir di Perumahan Triraksa Village 2, Desa Munjul, Kecamatan Solear. Luapan air dari aliran sungai di sekitar permukiman merendam kawasan hunian warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir mengakibatkan gang-gang perumahan yang biasa digunakan sebagai akses utama warga berubah menjadi aliran air dengan arus cukup deras. Air bahkan telah memasuki teras rumah dan sebagian ruang tamu warga, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Sejumlah warga memilih bertahan di rumah sambil bersiaga, sementara sebagian lainnya telah mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Kondisi ini diperparah dengan kekhawatiran akan potensi longsor, terutama bagi rumah-rumah yang berada di bantaran sungai.

Syafrudin, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa setiap hujan deras turun, kekhawatiran akan longsornya tanah di sekitar rumahnya selalu menghantui.

“Setiap air sungai meluap, tanah di samping rumah terus tergerus. Kami khawatir terjadi longsor sewaktu-waktu. Kondisi seperti ini sudah berulang dan membuat kami sulit beristirahat dengan tenang,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut warga, banjir di Triraksa Village 2 bukan kejadian baru. Setiap musim hujan, wilayah tersebut kerap terendam akibat sistem drainase dan aliran sungai yang dinilai tidak lagi mampu menampung debit air. Bahkan, derasnya arus air sempat menumbangkan pepohonan di bantaran sungai dan terbawa arus.

Warga juga menyoroti minimnya penanganan teknis yang dirasakan di lapangan. Mereka berharap adanya koordinasi yang lebih efektif antara aparat lingkungan, pemerintah desa, hingga pemerintah kecamatan dan kabupaten agar permasalahan banjir tidak terus berulang.

Mewakili aspirasi warga, Syafrudin berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, di antaranya pembangunan turap atau penahan tanah di sepanjang sungai, normalisasi drainase yang tersumbat, serta perencanaan sistem drainase terpadu untuk mencegah banjir tahunan.

“Kami berharap pemerintah bisa turun langsung dan melihat kondisi kami. Yang kami butuhkan bukan hanya peninjauan, tapi solusi nyata agar kami bisa tinggal dengan aman,” tegasnya.

Hingga Sabtu (24/01/2026), genangan air di sejumlah titik masih terlihat dan warga tetap bersiaga, mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya.
(Saeful)

Berikan Komentar