Berita

Eli Sahroni Siapkan Aksi Massa, Soroti Dampak Aktivitas Batching Plant PT Nindya Karya di Lebak

×

Eli Sahroni Siapkan Aksi Massa, Soroti Dampak Aktivitas Batching Plant PT Nindya Karya di Lebak

Sebarkan artikel ini

SWara45 | Lebak – Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, menyatakan akan segera mengambil langkah tegas menyusul banyaknya pengaduan masyarakat terkait aktivitas Batching Plant PT Nindya Karya (NK) yang berlokasi di Kampung Tegal, Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

Pengaduan tersebut berasal dari warga Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, serta Desa Cipadang, Kecamatan Cileles. Warga menilai mobilisasi kendaraan pengangkut beton dan material proyek bertonase berat yang keluar masuk area batching plant telah menyebabkan kerusakan serius pada ruas jalan poros kecamatan serta mengganggu kenyamanan masyarakat.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Mendapat laporan langsung dari warga, Eli Sahroni segera membentuk tim investigasi untuk melakukan pengecekan lapangan dan mengumpulkan berbagai data terkait kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan investigasi. Hasil temuan sementara menunjukkan keluhan masyarakat cukup objektif dan perlu mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan maupun pemerintah terkait,” ujar Eli Sahroni, Selasa 23/06/2026.

Menurutnya, aktivitas kendaraan berat yang melintasi kawasan permukiman padat penduduk tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan berupa debu, kebisingan, dan getaran yang dirasakan warga setiap hari.

Ruswa, tokoh pemuda Desa Cipadang, mengungkapkan bahwa kondisi jalan semakin memburuk sejak intensitas mobilisasi armada proyek meningkat.

“Pada musim kemarau debu sangat tebal dan menyelimuti perkampungan. Banyak warga mengeluhkan gangguan pernapasan. Saat musim hujan, jalan berubah seperti kubangan sehingga membahayakan pengguna jalan. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sukaris, warga Desa Gunungsari yang tinggal tidak jauh dari lokasi batching plant. Ia mengaku aktivitas kendaraan berat yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir telah mengganggu ketenangan warga sekitar.

“Debunya sangat terasa, terutama ketika truk-truk besar melintas. Rumah juga sering bergetar dan suara kendaraan cukup bising,” ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Eli Sahroni menegaskan pihaknya akan mengawal aspirasi masyarakat hingga memperoleh perhatian dan solusi yang jelas dari pihak terkait.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Badak Banten Perjuangan berencana melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada Polres Lebak. Eli Sahroni menyebut pihaknya bersama ratusan warga akan menggelar aksi unjuk rasa di lokasi Batching Plant PT Nindya Karya apabila tuntutan masyarakat tidak segera mendapat respons.

“Kami akan mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan. Aspirasi masyarakat harus didengar. Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan pemberitahuan aksi dan bersama warga menyuarakan tuntutan agar ada langkah konkret terhadap dampak yang selama ini dirasakan masyarakat,” tegas Eli Sahroni.

Masyarakat berharap pihak perusahaan, pemerintah daerah, serta instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi terhadap aktivitas operasional yang dinilai telah menimbulkan dampak sosial dan lingkungan bagi warga di sekitar lokasi proyek. (DEDI)

Berikan Komentar