Berita

Dugaan Penyimpangan Dana PIP di SDN 1 Parage: Buku Rekening Disembunyikan, Orang Tua Murid Geram

×

Dugaan Penyimpangan Dana PIP di SDN 1 Parage: Buku Rekening Disembunyikan, Orang Tua Murid Geram

Sebarkan artikel ini

sWara45 | LEBAK – Ratusan wali murid SDN 1 Parage, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, merasa kecewa terhadap pihak sekolah yang diduga menyembunyikan buku rekening Program Indonesia Pintar (PIP) milik orang tua siswa.

Dugaan penyimpangan ini terbongkar setelah pihak BRI mengadakan pertemuan dengan orang tua murid yang difasilitasi oleh dewan guru beberapa hari lalu.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Kami kaget ketika pegawai BRI menyampaikan bahwa ada voucher atau hadiah bagi nomor rekening yang tercatat di buku rekening PIP orang tua murid. Setelah memahami maksudnya, kami spontan meminta kepala sekolah menyerahkan buku rekening dan ATM PIP.

Dewan guru sempat gelagapan, tetapi akhirnya menyerahkan buku rekening sesuai dengan nama masing-masing pemiliknya, ungkap beberapa orang tua murid yang kemudian melaporkan kasus ini ke pihak terkait.

Dalam pengaduan mereka, para orang tua mengaku hanya pernah menerima bantuan uang dari pemerintah melalui wali kelas sebanyak dua kali, yakni saat anak mereka duduk di kelas 3 SD, dengan jumlah masing-masing Rp400.000.

Kami tidak tahu kalau uang itu dari PIP, karena wali kelas tidak pernah terbuka. Mereka hanya mengatakan ini bantuan dari pemerintah untuk membeli seragam, sepatu, dan buku sekolah.

Sekarang anak kami sudah kelas 6, dan baru terungkap bahwa selama ini ada rekening PIP yang disembunyikan, ujar salah satu orang tua murid yang merasa dirugikan.

Merasa dibohongi, para wali murid yang sebagian besar merupakan warga kurang mampu dari Desa Parage meminta organisasi Badak Banten Perjuangan untuk menindaklanjuti kasus ini secara pidana maupun perdata.

Kami, tujuh orang ini, mewakili wali murid lainnya atau atas nama pribadi, meminta agar pengaduan ini ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada, ujar salah satu wali murid saat melaporkan kasus ini ke kantor pusat Badak Banten Perjuangan pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak Prabu Sandekala, mencoba menghubungi Kepala SDN 1 Parage, Herni, S.Pd. Namun, saat dihubungi melalui pesan singkat, nomor yang bersangkutan tidak aktif.

Ibu Herni, Kepala SDN 1 Parage, sudah saya coba hubungi dua kali, tapi nomornya tidak aktif atau mungkin sengaja dimatikan, ujar Eli Sahroni.

Kasus ini kini menjadi sorotan dan diharapkan mendapat perhatian dari pihak berwenang agar hak-hak siswa penerima manfaat PIP dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.

(Dedi)

Berikan Komentar