Berita

Dinna Suzatmika Optimistis Jagung Hibrida Perkuat Ketahanan Pangan Desa Pete

×

Dinna Suzatmika Optimistis Jagung Hibrida Perkuat Ketahanan Pangan Desa Pete

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Tangerang — Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pete Maju Bersama, Dinna Suzatmika M.M., menyatakan optimisme bahwa program penanaman jagung hibrida yang digagas BUMDes akan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Optimisme tersebut disampaikan Dinna Suzatmika saat peresmian penanaman jagung hibrida yang dilaksanakan pada Rabu (18/02/2025). Menurutnya, program ini merupakan inisiatif strategis BUMDes dalam menindaklanjuti arah kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan berbasis desa.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Mika menjelaskan, penanaman jagung hibrida dilakukan di lahan seluas dua hektare yang dikelola dengan sistem klaster. Model ini dipilih karena kondisi wilayah Desa Pete tidak memiliki hamparan lahan luas dalam satu bidang, sehingga pengelolaan berbasis klaster dinilai lebih efektif dan realistis.

“Di Desa Pete tidak tersedia lahan dua hektare dalam satu hamparan. Karena itu, kami membaginya ke dalam beberapa klaster agar pengelolaan lebih terukur dan hasilnya bisa optimal,” ujar Dinna.

Ia menambahkan, jagung hibrida dipilih karena memiliki potensi produktivitas tinggi dan nilai ekonomi yang menjanjikan. Ke depan, klaster yang menunjukkan hasil terbaik akan menjadi prioritas pengembangan BUMDes sebagai unit usaha desa yang berkelanjutan.

Meski demikian, Mika mengakui bahwa program ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait karakteristik tanah yang membutuhkan perlakuan khusus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BUMDes Pete Maju Bersama menyiapkan skema pengelolaan yang adaptif, termasuk penerapan sistem tumpang sari.

“Selain jagung, lahan juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman sela seperti timun atau cabai. Ini dilakukan agar pemanfaatan lahan lebih maksimal dan memberikan nilai tambah bagi desa,” jelasnya.

Mika menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan ini sangat bergantung pada sinergi antara BUMDes, pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat. Ia berharap, penanaman jagung hibrida ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut hingga menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi warga.

“Kami ingin program ini berjalan berkesinambungan. Jika dikelola dengan baik, jagung hibrida bisa menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan dan ekonomi Desa Pete,” pungkasnya. (DEDI)

Berikan Komentar