Swara45.com – Tangerang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Al Rahim Al Islami di Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, mendapat perhatian dari sejumlah wali murid SDN 2 Cibetok. Keluhan muncul terkait dugaan adanya buah yang dinilai kurang segar dalam menu makanan yang diterima siswa.
Beberapa orang tua menyampaikan kekhawatiran setelah mendapati buah yang diterima anak mereka terlihat dalam kondisi tidak segar. Mereka menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian serius demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi bagi siswa sekolah dasar.
Salah seorang wali murid menyatakan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi anak. Karena itu, menurutnya, kualitas bahan makanan perlu diawasi secara ketat agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
“Kami berharap makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar kelayakan konsumsi. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Para orang tua menegaskan bahwa pengawasan terhadap proses pengadaan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu program. Mereka berharap adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Yayasan Al Rahim Al Islami, H. Abdul Mukti, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK) Kabupaten Tangerang, namun belum memperoleh tanggapan.
PWGK Kabupaten Tangerang mendorong instansi terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan, untuk melakukan pengecekan guna memastikan kualitas serta keamanan makanan dalam program MBG. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Sementara itu, para wali murid menyatakan masih menunggu klarifikasi dan langkah tindak lanjut dari pihak yayasan maupun instansi terkait guna memastikan program berjalan sesuai tujuan dan standar yang berlaku.(Rian)

