Swara45.com | Tangerang – Kegiatan tambal sulam hotmix yang berada di Desa Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi dengan kualitas rendah, terlihat tipis dan sudah mulai terkelupas, Sabtu (20/12/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan hasil pekerjaan hotmix yang tidak merata dan jauh dari standar kelayakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terutama karena proyek tersebut tidak disertai papan informasi kegiatan, sehingga asal-usul anggaran maupun instansi pelaksana tidak diketahui secara jelas.
Untuk memastikan kejelasan proyek tersebut, awak media melakukan konfirmasi ke pihak Kecamatan Kresek. Salah satu staf kecamatan menyatakan bahwa pihak kecamatan tidak memiliki kegiatan hotmix tambal sulam di wilayah Desa Jengkol.
“Di Kecamatan Kresek tidak ada kegiatan hotmix seperti yang dimaksud,” ujarnya singkat.
Guna memperjelas informasi, Kepala Divisi Swara45.com, Rani Riansyah, juga melakukan konfirmasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang. Hendra, perwakilan dari UPT Dinas Bina Marga, menegaskan bahwa pekerjaan tersebut bukan berasal dari tim UPT Bina Marga.
“Tidak ada kegiatan hotmix dari tim UPT kami di lokasi tersebut,” jelas Hendra.
Dengan tidak adanya pengakuan dari pihak kecamatan maupun UPT Dinas Bina Marga, keberadaan proyek hotmix tersebut semakin menimbulkan tanda tanya. Masyarakat pun mempertanyakan dari dinas atau sumber anggaran mana kegiatan tersebut berasal.
Selain itu, kualitas pekerjaan yang dinilai asal-asalan memicu kekhawatiran akan potensi pemborosan anggaran negara. Pasalnya, proyek yang diduga menggunakan dana publik tersebut justru menghasilkan pekerjaan yang tidak bertahan lama dan berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami meminta pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Jangan sampai ada pekerjaan yang asal-asalan dan menghambur-hamburkan uang masyarakat yang bersumber dari pajak,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tanggung jawab atas proyek hotmix tambal sulam di Desa Jengkol tersebut.
(RR)

