sWara45 | Tangerang – Proyek pembangunan betonisasi Jalan Raya Serang Km 22, tepatnya di kawasan Kawidaran, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Selain masih dalam tahap pengerjaan, hasil investigasi wartawan di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari tidak adanya papan informasi proyek hingga metode pekerjaan yang dipertanyakan warga.
Di lokasi, proyek betonisasi tersebut tampak dikerjakan tanpa papan anggaran atau papan proyek sebagaimana mestinya, sehingga publik tidak mengetahui secara jelas sumber dana, nilai anggaran, maupun pelaksana kegiatan,Jumat 30/11/2026.
Inisial Al, petugas pengatur lalu lintas yang berjaga di lokasi, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut hingga kini belum selesai. Ia menyebut, proses pengerjaan berjalan cukup lambat karena keterbatasan alat berat.
“Pekerjaan memang belum selesai. Alat beratnya cuma satu, beko-nya dipakai gantian di lokasi lain, jadi pengerjaannya lama,” ujar Aldi kepada wartawan.
Al juga membenarkan keterangan warga sekitar terkait waktu dimulainya pekerjaan. Menurutnya, pengecoran awal dilakukan hampir dua minggu lalu, tepatnya sekitar Minggu tanggal 18.
Sementara itu, warga sekitar mengungkapkan bahwa pada tahap awal pengerjaan, kondisi lalu lintas tidak semacet sekarang. Hal tersebut diduga karena pengecoran awal dilakukan tanpa melalui proses galian terlebih dahulu.
“Awalnya nggak macet seperti sekarang, karena langsung dicor saja tanpa digali. Panjangnya sekitar 100 meter. Cuma dialasi plastik, langsung ditimpa coran, sebentar juga selesai,” ungkap salah seorang warga.
Namun, warga mengaku heran mengapa pada tahap lanjutan justru dilakukan penggalian terlebih dahulu sebelum pengecoran. Menurutnya, metode awal yang tanpa galian itulah yang diduga menyebabkan kemiringan pada badan jalan.
“Entah kenapa sekarang baru digali kalau mau ngecor. Kalau awal nggak digali, langsung ditimpa cor, makanya cepat. Tapi lihat sekarang, di bagian tengah jalannya jadi miring,” tambahnya.
Pernyataan warga tersebut turut dibenarkan oleh Al selaku pengatur lalu lintas di lokasi, yang mengakui bahwa kondisi kemiringan jalan memang terlihat jelas di bagian tengah hasil betonisasi.
Saat wartawan berada di lokasi, tidak terlihat adanya aktivitas pekerja. Oleh karena itu, guna memastikan kebenaran metode pekerjaan yang diduga dilakukan tanpa galian awal serta dampaknya terhadap kualitas jalan, wartawan berencana kembali mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak pelaksana, baik pekerja, mandor, maupun PPTK proyek betonisasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai metode pengerjaan dan spesifikasi teknis proyek betonisasi Jalan Raya Serang Km 22 tersebut. (DEDI)

