sWara45 | Tangerang – Pembangunan proyek betonisasi jalan raya di Kresek Kampung Kedung Desa Kedung baru saja menghadapi sorotan tajam setelah laporan muncul mengenai kerusakan parah pada infrastruktur tersebut.
Meski baru selesai dikerjakan, jalan tersebut telah terlihat rusak, pecah, dan retak, meninggalkan tanda tanya besar terkait kualitas serta transparansi proyek tersebut.

Dari hasil Investigasi sWara45, proyek betonisasi ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah, khususnya oleh Dinas Bina Marga. Namun, ironisnya, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan sebelum benar-benar dapat digunakan, memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas bahan konstruksi yang digunakan serta keseluruhan pelaksanaan proyek tersebut.
Pantauan terhadap proyek tersebut juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa tidak ada papan informasi publik yang dipasang di lokasi proyek sejak awal pelaksanaan. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap transparansi dan akuntabilitas proyek, serta menimbulkan spekulasi tentang sumber dana yang digunakan oleh pemerintah, baik dari anggaran pajak maupun sumber lainnya.
Spekulasi lain juga muncul terkait dugaan bahwa proyek ini dilancarkan dengan tergesa-gesa, mengakibatkan hasil akhir yang diduga tidak berkualitas. Selain itu, penempatan batu TPT yang diduga tidak sesuai standar menunjukkan kemungkinan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Sementara itu, Tafsir dari Barisan Aktivis Dan Advokasi Keluarga Banten (BADAK BANTEN PERJUANGAN) Mengatakan, dugaan tidak ada pengawasan dan seolah dibiarkan, kami berencana akan menyurati Dinas terkait dan Inspektorat agar segera memperbaiki setidaknya pembangunan ini dapat bermanfaat dan dapat bertahan lama, tutupnya. (Rian)

