sWara45.com | Tangerang — Jika Anda berkunjung ke Kantor Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pemandangan sekelompok anak kecil berseragam di sisi kanan area masuk akan langsung terlihat. Mereka adalah murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pertiwi Tigaraksa, yang kini beraktivitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Bangunan TK Negeri Pertiwi Tigaraksa berdempetan langsung dengan Markas Koramil Tigaraksa. Bahkan, area bermain anak-anak berada tepat di sisi pagar kantor para anggota TNI tersebut. Sejak ditetapkan sebagai TK negeri pada tahun 2021, sekolah yang sebelumnya dikelola oleh PKK Kabupaten Tangerang ini tampak belum mendapat perhatian maksimal dari instansi terkait.
tim Media melakukan kunjungan pada Selasa (30/7/2025), Kepala TK Negeri Pertiwi Tigaraksa, Nurcantikah, S.Pd, menyambut hangat dan memperlihatkan kondisi ruang belajar yang cukup memprihatinkan.
“Jumlah murid saat ini ada 56 anak. Tenaga pengajar ada enam orang, satu di antaranya adalah saya sebagai PNS merangkap kepala sekolah. Kami memiliki empat ruang kelas, namun satu digunakan sebagai kantor guru,” jelas Nurcantikah.
Saat tim masuk ke ruang kelas, terlihat anak-anak duduk lesehan tanpa alas lantai. Tidak tampak alat permainan edukatif yang biasa menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini. Mereka bermain di luar ruangan tanpa fasilitas pendukung yang memadai, bahkan beberapa anak tampak berlarian di sela-sela kendaraan yang parkir di halaman kantor kecamatan.
Nurcantikah mengakui bahwa rencana relokasi ke lokasi baru memang sudah lama diwacanakan.
“Informasi terakhir akan direlokasi ke bekas bangunan Puskesmas Tigaraksa di Jalan Kongsi, arah Pasar Gudang. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan pelaksanaan,” ungkapnya.
Kondisi ini juga menjadi perhatian pegawai Kecamatan Tigaraksa, Ahmad Hidayat, yang menyatakan keprihatinannya terhadap fasilitas pendidikan TK negeri tersebut.
“Ruang kelasnya kecil dan tidak layak untuk sekolah negeri. Alat permainan di luar pun sudah rusak dan membahayakan anak-anak. Harus segera dibenahi. Sekolah negeri seharusnya bisa menjadi contoh bagi sekolah swasta,” tegas Ahmad.
Ketiadaan alat permainan dan ruang belajar yang memadai tidak menyurutkan semangat guru-guru di TK Negeri Pertiwi Tigaraksa. Mereka tetap berupaya menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif demi memberikan pendidikan terbaik bagi para murid.
Pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, diharapkan segera mengambil langkah konkret dalam upaya relokasi maupun peningkatan sarana prasarana sekolah tersebut agar anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan layak sesuai standar pendidikan usia dini.
(DEDI)

