SWARA45.COM-Ketua DPC BBP Kabupaten Lebak Erot Rohman, mencium adanya dugaan rasa ketakutan PT Wika terhadap kasus pencurian solar yang dilakukan oleh karyawannya di proyek tol STA 44 gumuruh beberpa waktu lalu.
Hal itu di sampaikan Erot lantaran PT.Wika selaku pemilik solar tidak berani meneruskan perkara hukum atas pencurian solar di STA 44 tersebut, karena kata Erot dari salah satu pelaku diduga mengetahui hal apapun di dalam lokasi STA, termasuk mengetahui adanya dugaan penyeludupan solar subsidi atau non industri dan barang lainnya.
“Seandainya kasus solar tidak di hentikan dan di putus rantai maka akan terungkap persoalan besar tentang solar di dalam proyek, akan terungkap dari ocehan para tersangka saat di lakukan pemeriksaan penyidikannya” Kata Erot Rohman kepada wartawan, Rabu (26/1/22).
Ditambahkan Erot, dalam waktu dekat BBP Lebak akan melakukan aksi unjukrasa di kantor PT Wika. Aksi BBP ini adalah bagian dari hak menyampaikan pendapat di muka umum dari suatu perkumpulan sebagaimana yang telah di atur di dalam undang undang dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
” Banyak persoalan termasuk soal solar di proyek jalan tol Serang Panimbang seksi dua Rangkasbitung Cikulur Cileles yang sedang di sikapnya, selain bikin laporan pengaduan ke sejumlah lembaga kami akan aksi unjukrasa di kantor PT Wika”, imbuhnya.
Masih kata Erot, diketahui hasil investigasi tim Badak Banten Perjuangan para tersangka pelaku pencurian beraksi di tengah malam di saat situasi dan kondisi lingkungan proyek sepi dari hiruk-pikuk pekerja dan masyarakat.
Modus yang mereka gunakan itu kata Erot dengan cara mengambil dari tangki alat berat dan armada menggunakan alat penyedot di tuangkan ke dalam dirgen ukuran 35 liter. Pada saat penyergapan dan penangkapan sebanyak 48 drigen sebagai barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) berhasil di amankan aparat Kepolisian Polres Lebak.
“dalam penanganan hukum kasus pencurian solar itu ada beberapa kejanggalan dan menjadikan suatu keanehan. Kejanggalan dan keanehan itu membuat publik berpikir tentang dugaan kuat adanya penyeludupan solar subsidi atau non industri di proyek jalan tol Serang Panimbang pada seksi dua Rangkasbitung Cikulur Cileles tersebut” Ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan pt wika. (Red)

