Berita

BB Perjuangan Temukan Dugaan Pemotongan Bantuan Sosial Covid Di Lebak

×

BB Perjuangan Temukan Dugaan Pemotongan Bantuan Sosial Covid Di Lebak

Sebarkan artikel ini

Swara45.com-Presiden Joko Widodo mengatakan tak ada potongan dalam bantuan tunai yang diberikan ke masyarakat yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu ditegaskan Jokowi agar dipahami oleh para penerima bantuan. Seperti diketahui, pemerintah telah menyalurkan 3 jenis bantuan di awal tahun 2021 yakni bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Ini saya ulang-ulang terus agar bantuan yang ditearima ini untuk tidak ada potongan-potongan,” kata Jokowi saat peluncuran bantuan tunai di Istana Negara, Senin (4/1).

Namun beda halnya teory yang di sampaikan Presiden beda pula prakteknya dilapangan,Menurut hasil kajian hasil investigasi di lapangan Badak Banten Perjuangan di temukan adanya dugaan terjadi pemotongan bantuan Sosial Tunai di Kabupaten Lebak, tepatnya di Desa Curugbadak, Kecamatan Maja,Kabupaten Lebak pada tahun 2020 yang diduga di lakukan oleh oknum pegawai Desa.

Ketua Badak Banten Perjuangan DPC Lebak Erot Rohman mengatakan, berdasarkan investigasi tim terdapat penerima BST atas nama Iyoh Enjum dan Taryat warga Desa Curug Badak pada September 2020 lalu yang diduga di potong oleh kasi ekbang desa.

Dikatakan Erot, awalnya enjum di panggil oleh kasi ekbang dan menyepakati bahwa nanti bila dana sudah keluar maka akan di bagi tiga dengan keluarganya yaitu ma iyoh dan taryat.

Bahkan lanjut Erot,enjum mengira awalnya hanya nama enjum yang terdapat di data sebagai penerima bansos sebesar Rp. 1.800.000,- ternyata taryat dan ibunyapun ma iyoh yang ketiganya sudah memiliki KK masing-masing dan sama di panggil oleh pihak kantor pos maja untuk mengambil dana bansos yang harusnya masing-masing menerima Rp. 1.800.000,- ,namun. ketiganya hanya mendapatkan masing 600 ribu saja.

“atas nama enjum bersama ma iyoh dan taryat hanya menerima masing-masing Rp. 600.000,- saja dari yang seharusnya di terima yaitu Rp. 1.800.000/ orang, sisa uang tersebut dengan nominal Rp.3.600.000,- langsung di ambil oleh kasi ekbang desa curugbadak pada saat itu juga di kantor pos, sementara enjum hanya dibisiki agar jangan bilang siapa-siapa atau di rahasiakan ,ungkap Erot kepada wartawan.

Tidak sampai di situ ,untuk memastikan hal itu ,tim BBP bergerak
menelusuri kebenarannya dengan mendatangi rumah kasi ekbang.

“Hasil peneulusaran tim kamibahwa ekbang mengakui adanya potongan itu,dengan dalih atas perintah kepala desa untuk di bagikan ke warga yang belum menerima bansos pada waktu itu”ujar Erot Rohman

Sementara itu,Kepala Desa Curug Badak Agus saat di konfirmasi melalui pesan Whats Appnya membantah adanya potongan tersebut,kata dia hl itu sudah di klarifikasinya kepada media dadi awal adanya BST.

“Gak pernah motong kang …malah yang kerja yang membagikanmah ngabagikeun mah. lurah saja yang membiayai”ujarnya singkat.(1K/7MR)

Berikan Komentar