sWara45 | Lebak – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang seharusnya menjadi momen khidmat dan penuh penghormatan terhadap jasa para pahlawan, justru diwarnai kontroversi.
Dalam pidatonya, Bupati Lebak Hasby Asidiki Jayabaya melontarkan pernyataan yang dinilai keras kepada para kepala desa dan sejumlah pejabat daerah. Ucapan tersebut sontak menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari aktivis asal Lebak, Eli Sahroni.
Menurut Eli, sikap Bupati Hasby menunjukkan arogansi seorang pemimpin dan mencederai wibawa pemerintah daerah.
“Kata-kata itu menunjukkan Bupati Lebak belum mampu menjaga etika kepemimpinan dan kurang bijaksana dalam mengendalikan perasaan. Sikap seperti itu lebih mencerminkan pemimpin yang minim pengalaman, bukan sosok yang matang secara intelektual dan kepemimpinan,” tegas Eli Sahroni kepada sWara45, Senin 18/08/25.
Eli menambahkan, ucapan kasar di momen sakral HUT RI merupakan preseden buruk dan berpotensi merusak keharmonisan hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Ia bahkan mendesak DPRD Lebak untuk mempertimbangkan langkah konstitusional berupa pemakzulan terhadap Bupati Hasby Asidiki Jayabaya.
“Bupati adalah simbol daerah, panutan bagi rakyat. Kalau ucapannya justru memecah belah dan merendahkan martabat pejabat publik serta masyarakat, maka DPRD jangan tinggal diam. Pemakzulan adalah langkah konstitusional yang patut dipertimbangkan demi menjaga kehormatan Lebak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bupati Lebak maupun Pemerintah Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait pernyataan Eli Sahroni tersebut.
Pernyataan dalam berita ini sepenuhnya merupakan pandangan narasumber Eli Sahroni. Redaksi sWara45 menegaskan bahwa berita ini disajikan sesuai kaidah jurnalistik dengan tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait.
(Dedi)

