sWara45.com | Kabupaten Tangerang – Dalam rangka memeriahkan sekaligus mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warga RW 03 Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menggelar acara istighosah, tasyakuran, dan doa bersama, Jumat (15/8/2025).
Acara yang dihadiri perwakilan BPD Desa Pete, para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat ini berlangsung penuh khidmat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ustadz Abdul Aziz asal Kecamatan Cisoka, dilanjutkan tausyiah oleh Ustadz Badru Salam.
Ketua RW 03, Rahmatullah atau akrab disapa Kobil, mengatakan kegiatan ini sudah menjadi tradisi rutin warga sejak enam tahun terakhir.
“Acara ini murni dari inisiatif warga RW 03. Semua makanan berasal dari kebersamaan, warga masak di rumah masing-masing lalu dibawa ke tempat acara untuk dinikmati bersama. Syukuran ini adalah wujud rasa syukur kami, sekaligus bentuk kecintaan dan pengisian makna kemerdekaan,” ungkapnya.
Rahmatullah menambahkan, ke depan ia berkomitmen mendorong agar kegiatan serupa bisa lebih meriah serta menjadikan pengajian rutin mingguan sebagai agenda tetap. Ia juga menegaskan akan memperkuat koordinasi dengan jajaran RT untuk mendata warga yang belum mendapat bantuan sosial, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi saya, kesejahteraan warga adalah segalanya. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait agar hak-hak sosial masyarakat benar-benar terpenuhi,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari jajaran RT. Perwakilan RT 02, Meta, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kegiatan ke-RW-an seperti ini.
“Lewat acara seperti ini, para RT bisa semakin solid dan bersatu. InsyaAllah kami akan terus bersama-sama berusaha mensejahterakan masyarakat, khususnya di Desa Pete RW 03,” ucapnya.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Ustadz Badru Salam mengingatkan pentingnya rasa syukur dan doa sebagai pondasi bangsa.
“Kemerdekaan ini adalah anugerah Allah SWT yang diwariskan oleh para pejuang dengan penuh pengorbanan. Maka kewajiban kita sebagai generasi penerus adalah menjaga, mengisi, dan mensyukurinya. Doa bersama seperti ini bukan sekadar ritual, melainkan pengikat hati umat agar tetap dalam persaudaraan dan semangat membangun bangsa,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk arwah para pahlawan bangsa, keselamatan masyarakat, serta kemajuan Indonesia. Suasana hangat kebersamaan semakin terasa saat warga menyantap hidangan sederhana hasil gotong royong.
(DEDI)

