SWARA45.COM-Sejumlah Warga Desa Pasir Kacapi , Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak , mendatangi Kantor Desa setempat untuk mempertanyakan adanya dugaan pungutan atau meminta parisipasi dari bantuan BLT Dana Desa terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Senin (25/4/2022).
Bukan hanya itu warga juga mempertanyakan terkait pembagiaan dana BLT dimalam hari tepatnya pada sabtu malam itu (23/4/2022).
Salah satu KPM Salbini menuturkan, sebelum penerimaan bantuan tersebut dirinya diminta untuk datang kerumah salah satu prangkat desa oleh ketua RT.
Setibanya di rumah prades,kata Salbini di berikan uang BLT 900 ribu.namun kata dia sejumlah uang itu di minta 100 ribu oleh prades dengan alasan belum divaksin yang kedua.
“Awalnya saya di panggil oleh ketua Rt,untuk datang ke rumah pak reval sekira pukul 10 malam,disana kami di beri uang sebesar 900 ribu dan kemudian di minta partisipasi 100 ribu”ujar Salbini.
Hal serupa di katakan Abah Ocid suami dari salah satu KPM warga Kampung Pasir Jalan mengaku, saat istirinya di berikan uang BLT Dana Desa sebesar 900 ribu di kediaman prades kemudian diminta partisipasi sebesar 100 ribu dengan alasan untuk petugas pemotretan dan untuk ketua Rt.
“Sebelumnya di suruh oleh RT untuk datang kerumah salah satu prades malam hari ,setelah disana di berikan uang BLT sebesar 900 ribu setelah itu di minta 100 ribu dengan alasan untuk yang petugas pemotretan dan untuk RT” ungkapnya.
Sementara Kasi Ekbang yang sekaligus Kasi Pemerintahan Desa Pasir Kacapi Reval saat di konfirmasi berkilah terkait soal permintaan uang kepada KPM,adapun yang diberikan oleh KPM kata dia itu hanya keikhlasan dan keridoan dari KPM.
“Saya tidak meminta dan tidak ada pemaksaan adapun yang KPM berikan itu atas dasar keikhlasan dan itu saya berikan kepada anak yatim”kilahnya.
Ia mengatakan ,terkait pembagian Bantuan BLT Dana Desa di malam hari itu atas dasar kemauan dari masyarakat.sebab kata dia banyak warga yang mengeluh membutuhkan dana tersebut.disamping untuk berobat warga juga membutuhkkan untuk zakat fitrah dan lainnya.
Akan tetapi , dirinya tidak mengetahui berapa jumlah KPM yang sudah menerima pada malam hari itu.
“Warga yang terdaptar 205 orang ngobrol memohon untuk kebutuhan seperti mau fitrah,berobat .saya tidak tega…seharusnya saya libur ,berhubung permintaan masyarakat saya di bagikan dan jumlah pembagian malam hari tidak tau karena tidak menghitung orangnya karena kebutuhan mendesak”katanya.(1K)

