Berita

Viral di medsos.!, Pelajar dari 2 Smp di Cikarang Pusat “Tawuran”, Menggunakan Sajam

×

Viral di medsos.!, Pelajar dari 2 Smp di Cikarang Pusat “Tawuran”, Menggunakan Sajam

Sebarkan artikel ini

BEKASI | sWara45 – Sebuah video yang merekam aksi tawuran puluhan pelajar di Inspeksi Kali Malang tepatnya di Kampung Binong RT 02 RW 05, Desa Jaya Mukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (25/8/2022) kemarin viral di media sosial (medsos).

Nurlaela (29) salah satu warga yang rumahnya didekat lokasi aksi para pelajar tawuran mengaku kaget melihat segerombolan remaja yang datang dari arah timur mengarah ke arah barat sambil berteriak dan mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan samurai.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Datangnya dari sana (arah timur) terus pada lari kesana (arah barat), ada sekitar 10 motor boncengan semua sambil bawa celurit dan samurai,” ujar Nurlaela saat ditemui dilokasi tawuran pelajar tersebut, Jumat (26/8/2022).

Ia menduga dua kelompok remaja tersebut merupakan para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), lantaran ada sebagian yang masih mengenakan seragam.

“Iya pelajar, kalau dilihat masih anak-anak semua gitu, ada yang pakai seragam masih,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Nurlela, dua kelompok pelajar tersebut saling serang menggunakan senjata tajam, dan kayu balok. Peristiwa tersebut diakuinya berlangsung sangat cepat. Meski begitu Nurlaela sempat merekam aksi para pelajar tersebut dengan kamera ponsel miliknya.

“Korban sih gak ada, tapi sempet ada yang jatuh bawa motor, terus langsung kabur lagi kayanya emang dikejar, sempat ada saya rekam, abis itu saya lari masuk ke rumah karena takut jadi sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Rudi (28) warga lainnya yang juga ada dilokasi mengatakan, usai kejadian tersebut pihak kepolisian langsung datang ke lokasi, dan meminta keterangan warga di sekitar.

“Semalam juga langsung datang polisi, mungkin takut ada tawuran lagi kali,” ujar Rudi.

Belum diketahui dari sekolah mana saja pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran, dan Warga berharap, tidak ada lagi aksi tawuran pelajar di wilayah dekat rumah mereka. Selain mengganggu, warga juga khawatir menjadi korban akibat salah sasaran para pelajar yang terlibat tawuran.(Yusuf)

Berikan Komentar