Swara45 | Tangerang – Beredar kabar karyawan yayasan dari outsourching PT HMS yang ikut vaksin booster di duga dimintai biaya 50 ribu perorang yang di selenggarakan pada hari Sabtu (22/01/2022) bertempat di kantor sekretariat yayasan outsourcing PT HMS yang berlokasi di wilayah desa Gembong kecamatan Balaraja, senin (24/01/22).
Pasalnya, berdasarkan instruksi perusahaan PT ULI yang memproduksi tas koper berlokasi di desa sumur Bandung kecamatan Jayanti, bagi karyawan PT uli wajib mengikuti vaksinasi covid19 yang ke tiga (booster), dengan hal tersebut semua yayasan outsourcing yang bekerjasama dengan PT ULI, mengintruksikan kepada karyawan agar wajib mengikuti vaksinasi booster yang di anjurkan pemerintah, dari instruksi perusahaan itu lah yayasan outsourcing PT HMS mengadakan acara vaksinasi booster bagi karyawannya dengan menggandeng tenaga kesehatan dari puskesmas kecamatan Jayanti sebagai vaksinator, namun kegiatan vaksinasi tersebut menjadi pertanyaan terkait adanya pungutan biaya vaksinasi sebesar 50 ribu rupiah.
Awak media sWara45 kemudian menggali informasi lebih lanjut guna keseimbangan berita, melalui kepala puskesmas kecamatan Jayanti, HRD manager PT HMS, staff HRD PT HMS, serta panitia pelaksana vasinasi PT HMS dan HRD manager PT ULI.
Dr Sulastri sebagai kepala puskesmas kecamatan Jayanti,saat di konfirmasi via WhatsApp menjelaskan, kalau masalah karyawan PT ULI dari yayasan outsourcing PT HMS yang mengikuti vaksinasi booster di pinta biaya 50 ribu saya tidak tahu, kami dari nakes puskesmas kecamatan Jayanti hanya bertugas sebagai vaksinator, silahkan pertanyakan ke pihak yayasannya, kenapa tanya saya, dan saya tidak ada perjanjian apa pun, ungkapnya.
Sulastri menambahkan, karyawan yang di vaksin booster ada 61 orang dan yang di vaksin yang ke dua ada 7 orang, jumlah team nakes dari puskesmas kecamatan Jayanti ada 25 orang dan tidak melibatkan tenaga kesehatan yang lainnya, paparnya.
Sementara itu, Rahman HRD manager PT HMS saat di konfirmasi, mengarahkan tanya pak Ade Gober saja sebagai HRD, biar beliau yang jelaskan, saya HRD pusat, untuk kegiatan di kantor yang berada di desa gembong yayasan PT HMS, pak Ade Gober HRDnya, ungkapnya.
Ade Gober HRD PT HMS saat di konfirmasi mengungkapkan , Emang kenapa pak, emang ada yang aneh ada yang janggal dengan kegiatan vaksinasi kemarin.
Emang kenapa pak, emang mau di naikin berita terkait kegiatan vaksinasi kemarin, ucapnya saat di konfirmasi via WhatsApp.
Pemberitaannya, tujuannya buat apa, apa buat menjatuhkan atau ada tujuan tertentu, tambah Ade.
Kalau kurang jelas tanya saja sama media yang meliput kemarin, terkait pake biaya atau tidak, emang hubungannya apa, emang ada warga yang ikut vaksin yang komplain atau karyawan PT HMS yang ikut vaksin ada yang komplain, silahkan tanya ke panitia pelaksana, tandasnya.
Fras panita pelaksana vasinasi karyawan PT HMS saat di konfirmasi via WhatsApp, mengatakan, betul saya panitia pelaksana kegiatan vaksinasi yayasan yang kami buat, dan betul juga itu di pungut biaya 50 ribu, adapun uang tersebut buat keperluan BOP, jelasnya.
Seperti konsumsi nakes, konsumsi team panitia, keperluan ATK, keperluan acara dll, jika ada yang keberatan karyawan dengan mengeluarkan uang tersebut silakan datang ke kantor HMS dan uang itu akan di kembalikan, lagian itu kegiatan ekstrnal perusahaan dan karyawan banyak yang tidak mempermasalahkan bahkan mendukung, paparnya.
Sementara itu, Agus , HRD manager PT ULI, menjawab saat di konfirmasi via WhatsApp, bapak tanya langsung ke yang ngasih info, kami dari perusahaan bahkan dulu ngasih uang ke pada karyawan yang mau di vaksin, silahkan tanya langsung ke PT HMS, kami bahkan belum dapat info tersebut, tutupnya
(Bonai)

