swara45 | Tangerang — Proyek pembangunan turap penahan aliran air di Perumahan Puri Permai 1, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, bangunan yang diduga baru berusia sekitar satu hingga dua tahun itu dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 10 meter, Jum’at 17/04/2026.
Peristiwa yang terjadi lebih dari dua pekan lalu ini memunculkan dugaan kuat adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun pengawasan teknis.
Hasil investigasi lapangan wartawan swara45.com menemukan kerusakan signifikan pada struktur turap. Material terlihat tidak lagi mampu menahan tekanan tanah dan aliran air, hingga menyebabkan longsor di titik tertentu. Kondisi ini dinilai tidak wajar untuk proyek yang tergolong masih baru.
“Kalau baru satu tahunan sudah jebol seperti ini, patut dipertanyakan kualitasnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih jauh, peristiwa jebolnya turap diketahui terjadi pada malam hari, yang mengindikasikan adanya kemungkinan lemahnya struktur pondasi atau kegagalan konstruksi dalam menahan beban air dan tanah.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan sejauh ini baru sebatas pemasangan penahan darurat menggunakan bambu. Langkah tersebut dinilai tidak menyentuh akar persoalan dan berpotensi membahayakan jika terjadi kerusakan lanjutan.
Situasi ini membuka ruang pertanyaan publik yang lebih luas: siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggaran yang digunakan, serta bagaimana proses pengawasan dilakukan hingga proyek yang relatif baru sudah mengalami kerusakan berat.
Jika terbukti terdapat kelalaian dalam pelaksanaan, maka hal ini berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Tidak menutup kemungkinan pula adanya indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait. Wartawan swara45.com masih berupaya mengonfirmasi kepada dinas terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Kasus ini mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, termasuk dilakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh. Mengingat, turap memiliki fungsi vital dalam melindungi kawasan permukiman dari ancaman erosi dan banjir, kegagalan konstruksi seperti ini tidak bisa dianggap sepele.
Swara45.com akan terus menelusuri proyek ini, termasuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik pelaksanaannya. ( DEDI)

