sWara45 | Bekasi – Adanya statmen Wakil Walikota Bekasi, dalam twiter pribadi @ mas _ triadhianto yang menuduh ada potongan terkait Dana Bantuan Sosial Tunai BST di lapangan, bahkan disebut-sebut tidak sampai ke tangan warga, dan dituduh dilakukan oleh oknum pengurus Rukun Tetangga/ Rukun Warga, menuai kecaman salah satunya Sahat P Ricky Tambunan Presedium Marhaen 98, mengatakan, terkesan seperti fitnah dan sangat tendensius.
Di katakan Sahat, sebagai Wakil Walikota, seharusnya Tri Adhianto Tyahyono melaporannya dengan terukur. Siapakah warga yang melapor ke Wakil Walikota. Dan, oknum RT/RW mana yang melakukan pemotongan dana tersebut? Ujar nya
Masih menurut Sahat, Wakil Walikota sebaiknya lebih dahulu bicara dengan Walikota sebagai pasangannya, dari pada bicara ke publik lewat twiter. Setelah melapor ke Walikota, selanjutnya lapor ke pihak yang berwajib, tentu dengan laporan yang terukur tidak terkesan fitnah dan gimmik? Tidak seperti ini, datanya kabur dan melapor lewat twiter?
Tidak elok menebar fitnah seperti itu, apalagi saat ini pemerintah lagi serius seriusnya menghadapi pendemi copid 19? Ucap nya
Sahat juga mengatakan, Tri Adhianto Tyahyono mantan kepala dinas PUPR Kota Bekasi ini, dalam twit menuduh, sehingga twitnya dikutif oleh beberapa media online, dan menyebut bahwa Dana BST dipotong orang yang tak bertanggung jawab?
Kutipan itu tidak dibenarkan, kata Tri Adhianto menambahkan bahkan melanggar UU? Jelas nya
Namun Wakil Walikota, Tri Adhianto tidak menjelaskan siapa korban warga yang dikutif, serta oknum pejabat Pengurus RT/ RW yang mana melakukan pemotongan dana BST tersebut?
Akibatnya tuduhan itu, Wakil Walikota terkesan menimbulkan kehebohan di tengah tengah publik , sehingga terkesan seakan menyebar fitnah
Sebagai Pejabat publik, ini tindakan yg tidak akurat, tidak mendidik, sehingga saya sarankan Wakil Walikota meminta maaf kepada warga, dan para Pengurus RT / RW se Kota Bekasi. Terang Sahat
Di sampaikan Sahat, Siapa warga yang mengadu ke Wakil Walikota, dan siapa warga yang dikutif dana BST nya, dan pejabat RT/ RW mana yang mengutif dana BST yang disebut sebut Wakil Walikota tersebut
Wakil Walikota harus jelas dan terukur, jangan sekedar menimbulkan bom dan gimmik, di tengah publik apalagi akibat twitnya wakil walikota, berita tersebut tersebar lewat sejumlah media nasional?
Dan, ini bisa menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah tengah warga Kota Bekasi, imbuhnya
Saya sarankan, Wakil Walikota fokus membantu Walikota dalam memerangi pandemi copid 19? Dimana saat ini, Kota Bekasi menjadi angka tertinggi di Jawa Barat. Dari pada, sekedar menimbulkan gimmik di tengah masyarakat, khusus Kota Bekasi. Tutup Sahat (Hisar)

