Berita

Terkait Permasalahan Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Ini Permintaan Tokoh Lebak Eli Sahroni

×

Terkait Permasalahan Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Ini Permintaan Tokoh Lebak Eli Sahroni

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Lebak – Mantan Bupati Lebak, H Mulyadi Jayabaya, merupakan tokoh jawara yang telah membawa perubahan signifikan di Kabupaten Lebak, ungkap Eli Sahroni tokoh Lebak dan juga pendiri Ormas Badak Banten Perjuangan.

Sebelum Jayabaya menjabat sebagai Bupati Lebak, kota dan pasar Rangkasbitung terlihat kumuh. Namun, dalam waktu hanya satu tahun kepemimpinannya, terjadi perubahan termasuk di alun-alun dan kantor pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Selain itu, melalui “program hotmix masuk Desa”, Jayabaya juga berhasil membangun infrastruktur jalan dengan fokus pada jalan poros Desa di Kabupaten Lebak.

Di bawah kepemimpinannya, jalan-jalan baru yang sebelumnya tidak ada berhasil dibangun, termasuk jalan Margarita Gunung Anten Tapen yang kini menjadi jalan utama menuju kantor kecamatan Cimarga. Sebelumnya, masyarakat di 5 Desa di kecamatan Cimarga harus melewati jalan Raya Cileles Kaduagung Rangkasbitung lalu Cimarga untuk menuju kantor camat,” ucap Eli Sahroni.

Menurut Eli Sahroni yang di kenal dengan sebutan Sandekala ini, program magrib mengaji dan perda seribu madrasah hingga saat ini menjadi program religius yang populer, karena berhasil menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan pintar.

Tentu saja, tidak ada manusia yang sempurna. Sehebat apapun Jayabaya, pasti memiliki kekurangan, dan kekurangan ini tidak seharusnya digunakan untuk menutupi atau menghapuskan keberhasilan Jayabaya dalam membangun Kabupaten Lebak.

Saat ini, timbul gerakan dari sekelompok warga Lebak yang menuntut penanganan galian pasir yang dimiliki oleh Jayabaya di Desa Jayasari, kecamatan Cimarga. Sejumlah warga menduga bahwa tanah tersebut adalah milik warga yang tidak dibeli atau dibeli dengan harga yang tidak sesuai, sehingga menimbulkan permasalahan yang dilaporkan ke Polda Banten dan Mabes Polri.

Tapi sangat tidak mungkin tanah di garap tanpa di beli atau di beli dengan harga murah, tentunya pembelian tanah berdasarkan harga pasaran, artinya di beli oleh Jayabaya sesuai harga pasaran di daerah tersebut, tutur Eli.

Sebagai warga Lebak yang cinta damai, kita tidak perlu melakukan mobilisasi warga untuk melakukan aksi di Mabes Polri. Biarkan polisi menangani kasus tersebut dengan baik dan proporsional, tanpa tekanan dari aksi demonstrasi, ujar Sandekala.

Kita harus mempercayakan penanganan kasus ini kepada institusi Polri, karena pasti akan dijalani proses hukum. Kita harus menerima hasilnya nanti sebagai hasil dari penanganan hukum oleh pihak penyidik yang berwenang,” harapnya.

“Marilah kita menciptakan kondisi yang kondusif di Kabupaten Lebak, terlebih menjelang pesta politik nasional yang akan datang. Situasi dan kondisi wilayah di lebak harus benar-benar aman dan tidak ada gejolak apapun di masyarakat,” tutupnya.(Red)

Berikan Komentar