Swara45.com-Bantuan Sosial Tunai (BST) sebagai kompensasi kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daruratcovid 19 periode Mei-Juni menuai persoalan yang rumit bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pasalnya,sampai saat ini masih banyak KPM yang belum mendapatkan Bantuan tersebut,khususnya masyarakat di Kecamatan Rangkasbitung.
Seperti diungkapkan Nanang warga Rangkasbitung Barat mengaku ,pada periode sebelumnya mendapatkan bantuan,tapi pada periode (Mei-Juni)
sama sekali tidak mendapatkannya.
Ia juga sempat menanyakan ke kelurahan, namun jawabannya selalu masih ada jadwal susulan. Dan bahkan Ketika dihubungi melalui pesan selular WhatsAppnya oleh Nanang ,Lurah Rangkasbitung Barat hanya menjawab singkat dan berusaha meyakinkan saya bahwa masih ada tahapan penyaluran berikutnya dari pihak kantor Pos. dan padahal kata Nanang penyaluran bantuan susulan sudah dilakukan minggu lalu.
“Saya heran sampai saat ini tidak ada lagi tindak lanjut dan kejelasannya,sementara yang mendapat BST susulan sudah selesai Minggu kemaren. Jadi,dimana sebetulnya Bantuan ini nyangkutnya..” Ungkap Nanang ,Kepada wartawan ,Kamis (12/8/2021).
Masih kata Nanang, dengan rasa penasaran ia langsung melakukan pengecekan pada Link Bansos Kemensos,dan hasilnya namanya tercantum dengan keterangan Proses Pos,tapi sampai saat ini,tidak ada kejelasan.
“Saya sudah mendatangi kantor pos dan mempertanyakan langsung kepada manager pelayanan Pos dan Giro Rangkasbitung tapi jawaban bagi saya kurang pas”ujarnya.
Lanjut Nanang, sebagai bentuk protes dirinya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Sosial atas ketidak jelasan penyaluran BST ini
“kami akan segera berkirim surat,sampai ke tingkat Pusat agar pihak pusat tahu bahwa penyaluran BST di tingkat bawah,lambat dan semrawut..” ungkap Nanang, yang juga diketahui sebagai seorang aktivis penggiat sosial di kabupaten Lebak.
Bukan hanya itu,Nanang juga akan meminta agar dilakukannya evaluasi secara menyeluruh atas kinerja PT.Pos dan Giro kantor cabang kabupaten Lebak yang dinilai tidak teliti dan lamban,sehingga kata Nanang masih banyaknya barcode pengambilan BST yang belum tercetak.(7MR/1K)

