Swara45.com-Sebelumnya di beritakan Bantuan Benih Padi untuk Kelompok tani yang baru turun beberapa hari, menuai beragam sorotan dari kalangan.Lantaran para petani yang tergabung di Poktan yang ada dibaksel itu sudah melakukan penanaman, dan bahkan padi tersebut sudah berumur satu bulanan lebih.Hal itu sampaikan ketua Bidang Investigasi LSM Rajam M.Soelistio kepada Swara45.com.
Soelis menyebut,bantuan tersebut riskan ke tingkat penyelewengan.Sebab kata dia bantuan benih yang di turunkannya itu selain tidak tepat waktu juga tidak akan tepat sasaran.
“Ini sangat disayangkan sekali bantuan benih yang diturunkan pemerintah tidak tepat waktu,dan kami khawatir ini akan terjadi penyelewengan”ungkap Soelis.
Ia berharap kepada pihak terkait dalam hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, untuk tidak asal waktu menurunkan Program.apalagi ini untuk kebutuhan tanam dan juga waktu tanam, yang akhirnya program ini ada saja yang di selewengkan,seperti untuk di Kecamatan Cibeber, saat ini , kebanyakan petani tidak melakukan tanam kedua.
” saya sudah observasi, ke wilayah Citorek belum lama ini, banyak sawah yang di selang dengan ikan, apalagi di wilayah -wilayah keadatan tidak ada tanam kedua dan hasil konfirmasi di beberapa Kantor BPP, dari Korluh, rata -rata benih yang turun, untuk luasan lahan, dari mulai luas, 200 ha – 300, bantuan benih ini selain tidak tepat sasaran, juga banyak lahan yang kering, hal sangat rentan sekali dengan penyelewengan, seperti yang sudah sudah,” ujarnya.
Terpisah,Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Lebak Irwan menjelaskan,bantuan benih padi tahun 2021 untuk Citorek Kecamatan Cibeber memang tidak dikirim karena cara tanam padi yang berbeda dengan kecamatan yang lain yaitu citorek dalam satu tahun untuk penanaman padi hanya satu kali.
Kata Irwan,pada dasarnya dalam masa tanam antara kecamatan yang satu dengan kecamatan yang lain itu terkadang tidak sama waktu masa tanamnya.
“Untuk citorek memang tidak dikirim benih padi, kalaupun ada di kecamatan lain yang tidak dikirim benih padi itu dikarenakan jika dipaksakan benih padi tidak tepat dengan jadwal waktu tanam petani,maka benih tersebut kami tahan dan menunggu tanam padi berikutnya baru akan kita kirim,asalkan benih padi tersebut ditanam pada tahun 2021 tidak ke tahun berikutnya.”ungkap Kabid Produksi Irwan diruang kerjanya.(7MR/Red)

