Berita

SMPN 1 Satu Atap Panumbangan Menyelenggarakan Kegiatan In House Training Para Guru.

×

SMPN 1 Satu Atap Panumbangan Menyelenggarakan Kegiatan In House Training Para Guru.

Sebarkan artikel ini

sWara45.Com.Ciamis-Demi meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru serta meng implementasikan kurikulum merdeka SMPN 1 satu atap Panumbangan mengadakan in House training yang bertempat diruangan kelas SMPN 1 satu atap Panumbangan, Selasa 25 Juli 2023.

Dalam kesempatan tersebut hadir pengawas pembina dari Dinas Pendidikan Henri Rianto S.Pd M.Pd yang memberikan pemaparan kepada para Guru.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

‘Kegiatan IHT hari ini, kami bersama Kepala Sekolah mengawali Tahun Ajaran baru kita berbagi dengan guru terkait kesiapan guru guruelayanie anak dalam pembelajaran kurikulum merdeka, dan Alhamdulillah sekolah ini telah melaksanakan kurikulum merdeka dengan jalur satu yaitu mandiri belajar,” ungkapnya.

“Jadi kami akan mencoba beberapa bagian dari kurikulum merdeka salahsatunya Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila dan kami menyampaikan serta berdiskusi dengan para guru terkait bagaimana memfasilitasi anak dengan kodratnya yang berbeda-beda, sehingga bisa dilayani dan tetap tumbuh secara optimal yaitu dengan pembelajaran deperensiasi,” tambahnya.

Dan Alhamdulillah SMPN 1 Satu Atap Panumbangan ini mempunyai Kepala Sekolah yang cukup adaptif dengan perubahan sehingga beliau konsen dan fokus untuk menerapkan kurikulum merdeka,”Tandasnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Sekolah SMPN 1 satu Atap Panumbangan Dr. Rosida Amalia M.Pd mengatakan ” tujuan In House Training ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas tenga pendidik dan kependidikan ,kami berupaya ingin membekali para tenaga pendidik dan kependidikan tentang kurikulum merdeka belajar selain itu berbagai informasi informasi terkini , untuk kurikulum merdeka belajar yang dikhususkan yang pertama dokumen kurikulum sekolah yang akan disusun kurikulum SMPN 1 satu atap Panumbangan yang bermuatan kurikulum merdeka belajar yang berisi Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila,”

Kamipun mencoba menerapkan pembelajaran deperensiasi yang diawali tes kemampuan awal yang disebut tes diagnostik, yang terdiri dari tes diagnostik kognitif dan non kognitif, untuk non kognitif untuk memfasilitasi dan menanyakan kesiapan siswa dalam pembelajaran, tambahnya.

“Dan kamipun membangun karakter dengan kondisi lingkungan dan para guru difasilitasi untuk mempersiapkan modul pembelajaran sehingga kedepannya bisa menciptakan sendiri , harapan kami mudah mudahan sekolah kami bisa dijadikan acuan serta punya ciri khas, contohnya dalam satu hari kita harus berbahasa inggris dalam lingkungan sekolah , pungkasnya.(Lili Romli /Mon)

Berikan Komentar