sWara45 | Jakarta – Sekretaris Jenderal Forum BUMDes Indonesia (FBI), Christian Kent, menyampaikan keprihatinannya atas kasus ribuan siswa yang mengalami keracunan massal terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tidak kehilangan kepercayaan publik.
Kent menegaskan, MBG harus dipandang sebagai investasi kecerdasan jangka panjang bangsa, bukan sekadar pemberian makan gratis. Karena itu, ia menekankan pentingnya dapur MBG dikelola dengan standar keamanan pangan, tenaga terlatih, serta sistem pengawasan modern.
“Ini menjadi PR kita bersama. Semua pihak harus melakukan evaluasi agar program unggulan Pak Prabowo berjalan sesuai harapan. Dapur MBG harus benar-benar menghadirkan makanan sehat, aman, dan bergizi,” ujar Kent di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
FBI, lanjut Kent, siap berada di garda terdepan bersama pemerintah dalam memperkuat sistem MBG. Beberapa langkah solusi yang ditawarkan antara lain pembentukan Satuan Pengawas Pangan Desa (SPPD), standardisasi dapur berbasis SOP dan sertifikasi, pelatihan tenaga masak dan penyelia halal, serta penerapan teknologi digital untuk monitoring kualitas dan akuntabilitas.
Ia juga mendorong pemerintah melibatkan BUMDes secara aktif dalam program MBG. Selain menjamin kualitas gizi, keterlibatan BUMDes menurutnya akan menggerakkan ekonomi desa melalui sinergi dengan petani dan peternak, termasuk pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan.
“Jangan sampai kasus keracunan ini melemahkan program mulia Presiden. Justru dari sini kita jadikan momentum untuk memperbaiki dan membuktikan bahwa MBG hadir demi masa depan generasi unggul,” pungkasnya.
(DEDI)

