sWara45 | Tangerang – Irigasi sekunder di kecamatan Jayanti, mencakup aliran air irigasi pengairan ke empat desa yaitu di desa Pasir Muncang,desa sumur Bandung,desa pangkat dan desa pasir Gintung, sudah hampir satu tahun lebih tidak ada air dan juga banyak sampah, rabu (15/09/2021).
Keling, warga desa Pangkat mengutarakan ke awak Media sWara45, Petani menanam padi menggunakan air dari pembuangan air limbah dapur/resapan air dari pondok pesantren Darko, menggunakan mesin alcon, terutama sawah/ladang blok 1 desa Pangkat dan desa Pasir Gintung, ungkapnya.
Pokonya sudah hampir satu tahun lebih hasil panen kurang bagus/anjlok semua, buat pulang modal belanja pupuk saja tidak kembali apa lagi biaya produksi tani, tuturnya.
Sudah hampir satu tahun lebih hasil panen kurang bagus, di karenakan irigasi tidak ada airnya, jadi terbengkalai dan juga jadi pembuangan sampah bahkan sudah mati tertutup di pakai kebun pisang, ucap Keling.
Kami sudah melaporkan kedinas pertanian kabupaten Tangerang, UPT Balaraja, mantri air nya,cuma beralasannya itu ranahnya Bina marga provinsi Banten dan Balai besar propinsi Banten, bahkan sudah di Surati dan di telepon oleh dinas pertanian kabupaten Tangerang, tapi belum ada survei lapangan hingga saat ini.
Kami berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait, karena selain membutuhkan air irigasi untuk mengairi tanaman padi, irigasi sekunder bermanfaat juga untuk antisipasi banjir saat musim penghujan, tutupnya.
(Bonai)

